PAREPARE, RADIOMESRA. COMΒ β Penuaan merupakan proses alami kehidupan yang membawa berbagai perubahan pada tubuh, mulai dari fungsi fisik, kognitif, hingga kondisi psikologis. Kendati demikian, pemanfaatan teknologi digital seperti smartphone kini menjadi salah satu sarana penting untuk menunjang kualitas hidup para lanjut usia (lansia).
Dosen STIKES Fatima Parepare, Ns. Bahriah, S.Kep., M.Kep., menjelaskan bahwa secara medis dan acuan WHO serta Dinas Kesehatan, kategori lansia dimulai dari usia 60 tahun. Namun, secara klasifikasi medis di layanan kesehatan seperti puskesmas, lansia muda atau early age sebenarnya sudah dimulai sejak usia 46 tahun.
Seiring bertambahnya usia, tantangan fisik seperti penurunan fungsi penglihatan dan pendengaran memang kerap memengaruhi keseharian lansia. Namun, masuknya era digitalisasi memberikan dampak positif yang cukup signifikan bagi kesehatan mental mereka.
“Saat ini smartphone sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan, tidak terkecuali bagi lansia. Walaupun sebagian masih belajar, penggunaan smartphone ini memiliki manfaat yang sangat besar,” ujar Ns. Bahriah, S.Kep., M.Kep., Tayang Selasa (22/09/26).
Menurut Bahriah, manfaat utama smartphone bagi lansia adalah sebagai alat komunikasi dengan keluarga. Banyak lansia yang memanfaatkan fitur video call untuk mengobati rasa rindu kepada anak-anak mereka yang sudah bekerja atau tinggal jauh.
Selain komunikasi, digitalisasi juga berfungsi sebagai media hiburan. Banyak lansia yang memanfaatkan media sosial, bermain game, hingga menonton tayangan hiburan di ponsel pintar mereka. Aktivitas ini terbukti efektif memberikan efek relaksasi serta mengalihkan rasa jenuh maupun keluhan fisik ringan.
“Jangan anggap remeh lansia zaman sekarang. Mereka bukan lagi golongan yang sepenuhnya gagap teknologi. Pemanfaatan smartphone ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membantu mereka tetap aktif dan terkoneksi dengan lingkungan sekitarnya,” pungkasnya.




















