PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Fatima terus menunjukkan komitmennya dalam memfasilitasi para alumni untuk terserap di dunia kerja, baik skala nasional maupun internasional. Fokus utama yang saat ini tengah digencarkan oleh pihak kampus adalah penempatan tenaga kesehatan di Jepang dan kawasan Timur Tengah.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dosen STIKES Fatima, Andreas Tena, dalam acara *Ruang Bincang Kesehatan* yang disiarkan pada Selasa (25/08/2026).
Andreas membeberkan bahwa hingga saat ini sudah ada 17 orang alumni STIKES Fatima yang resmi bekerja di Jepang, di mana beberapa di antaranya baru saja diberangkatkan tiga bulan lalu, sementara sebagian lainnya sedang menjalani proses persiapan keberangkatan.
Mengenai legalitas dan skema penempatan, pihak kampus menegaskan bertindak sebagai perantara resmi yang menghubungkan alumni langsung dengan owner penyerap tenaga kerja di Jepang. Bahkan, STIKES Fatima baru saja menerima kunjungan dari perwakilan tim asal Jepang untuk menjajaki kerja sama pelatihan bahasa.
“Baru-baru ini ada tim dari Jepang datang berkunjung ke tempat kami untuk menjejaki kerja sama. Nanti pemerintah Jepang akan memberikan pelatihan bahasa secara langsung melalui Kedutaan Jepang di Jakarta,” ujar Andreas.
Selain Negeri Sakura, alumni STIKES Fatima juga berhasil menembus pasar kerja internasional di kawasan Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Qatar.
Untuk jalur penempatan di Qatar, Andreas menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara intensif melalui fasilitasi pemerintah pusat. Para alumni wajib mengikuti tes kemahiran bahasa Inggris dan bahasa Arab. Setelah dinyatakan lolos, mereka akan mendapatkan pelatihan keterampilan (*skill*) sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.




















