29.5 C
Pare-Pare
Selasa, Agustus 25, 2026
spot_img

Polsek Bacukiki Bersama Brimob Bantu Tangani Kebakaran Pertashop dan Kebun Jagung di Bumi Harapan

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kebakaran melanda halaman Pertashop yang sudah tidak aktif hingga merembet ke lahan perkebunan jagung milik warga di Jalan H. Mukaddas atau Bambu Runcing, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Selasa (25/08/26).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.45 Wita. Api awalnya membakar semak belukar kering di halaman Pertashop sebelum menjalar ke lahan jagung yang berada di seberang jalan.

Polsek Bacukiki bersama personel Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel, Dinas Pemadam Kebakaran Pemkot Parepare, serta warga setempat kemudian melakukan upaya pemadaman.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran berdampak pada lahan jagung seluas sekitar 700 meter persegi dengan kerugian yang ditaksir mencapai Rp5 juta.

Api Membesar dalam Hitungan Menit

Informasi mengenai kebakaran pertama kali diketahui warga yang melintas di sekitar lokasi.

Seorang saksi melihat titik api yang masih berukuran kecil di depan Pertashop sekitar pukul 10.50 Wita. Saat kembali melintas sekitar 15 menit kemudian, api telah membesar dan membakar semak belukar di halaman Pertashop.

Saksi kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada karyawan showroom mobil yang berada di sekitar lokasi.

Saksi lainnya yang berada di rumah dekat Pertashop juga melihat kepulan asap tebal masuk ke dalam rumah. Ia kemudian memberi tahu warga sekitar dan bersama tetangganya menuju lokasi.

Api yang membesar selanjutnya terlihat mengarah ke lahan perkebunan jagung milik warga.

Ketua RW 02 RT 03 Kelurahan Bumi Harapan, Sarlia, yang berada tidak jauh dari lokasi kemudian menghubungi pihak Kelurahan Bumi Harapan dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk melaporkan kejadian tersebut.

Warga Berupaya Padamkan Api

Pemilik lahan jagung, Adri, mendapat informasi mengenai kebakaran saat berada di rumah untuk persiapan makan siang.

Setelah menuju lokasi, Adri bersama warga berusaha memadamkan api menggunakan ranting pohon sambil menunggu bantuan petugas.

Sekitar pukul 11.20 Wita, personel Batalyon B Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel tiba di lokasi. Tak lama kemudian, empat unit kendaraan pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Pemkot Parepare turut dikerahkan.

Petugas bersama warga kemudian melakukan pemadaman secara bersama-sama.

Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 11.55 Wita.

Dalam penanganan tersebut, dua personel dari Polres/Polsek, sembilan personel Brimob, dan 12 personel Damkar terlibat dalam proses pemadaman. Sebanyak empat unit kendaraan pemadam juga dikerahkan.

Kebakaran Berdampak pada 700 Meter Persegi Lahan Jagung

Lahan jagung yang terdampak merupakan bagian dari kebun seluas sekitar satu hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 700 meter persegi diperkirakan terdampak kebakaran.

Pemilik lahan menyebut tanaman jagung sebelumnya juga mengalami kondisi gagal panen akibat musim kemarau. Dampak kebakaran dan gagal panen tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian sekitar Rp5 juta.

Sementara itu, halaman Pertashop yang terbakar diketahui dalam kondisi tidak aktif dan ditumbuhi semak belukar.

Polisi Selidiki Dugaan Pemicu Kebakaran

Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan sementara, kebakaran diduga bermula dari puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh seseorang yang melintas di sekitar lokasi.

Namun, dugaan tersebut masih bersifat sementara dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran.

Kondisi semak dan rumput yang kering akibat musim kemarau serta hembusan angin disebut dapat mempercepat penyebaran api.

Polsek Bacukiki mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang terdapat rumput atau semak kering.

Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan karena kondisi kering membuat api lebih mudah menyebar.

Polisi Perkuat Imbauan Cegah Kebakaran

Polsek Bacukiki juga mendorong Bhabinkamtibmas di wilayah jajaran untuk berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan kecamatan dalam meningkatkan sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi musim kemarau meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan.

Kepolisian mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Bagi polisi, pencegahan menjadi langkah penting karena kebakaran lahan pada kondisi cuaca kering dapat berkembang dengan cepat dan menyulitkan proses pemadaman.

Peristiwa kebakaran di Jalan H. Mukaddas tersebut menjadi pengingat bahwa rumput dan semak kering tidak bisa dianggap sepele. Puntung rokok kecil pun dapat berubah menjadi persoalan besar ketika bertemu bahan yang mudah terbakar dan angin kencang.

Most Popular

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare