PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Parepare mengeluhkan kelangkaan serta lonjakan harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasaran selama momen hari libur. Hal tersebut berdampak langsung pada kelangsungan usaha harian masyarakat, Senin (17/08/26).
Warga Ujung Bulu sekaligus penjual nasi kuning, Sultan (Bang Onek), mengungkapkan kekecewaannya karena kesulitan mendapatkan beras SPHP dalam dua hari terakhir. Selain kelangkaan di pedagang maupun stan pasar, ia juga menemukan harga beras SPHP merangkak naik hingga Rp62.000 per sak (kemasan 5 kg).
“Saya penjual nasi kuning sangat membutuhkan beras SPHP. Dari kemarin cari di pasar dan RPK kosong, kalaupun ada harganya sudah Rp62.000. Pelaku UMKM seperti kami ini tidak ada liburnya, tetap cari nafkah. Kalau Bulog beralasan libur, harusnya stok didrop lebih awal sebelum libur supaya pasar tidak kosong,” tegas Sultan.
Sultan juga menyoroti keluhan pengelola RPK terkait pembatasan pasokan yang dinilai terlalu sedikit, yaitu sekitar 30 sak per minggu, yang dinilai memberatkan dari segi biaya pengangkutan jika dibandingkan dengan sistem pengadaan bulanan.
Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Cabang (Pincab) Bulog Parepare, Rahmi, mengklarifikasi bahwa kekosongan stok di sejumlah titik kemungkinan terjadi akibat jeda operasional pada hari libur. Pihaknya telah memerintahkan tim untuk segera menyalurkan kembali pasokan beras ke RPK-RPK di dalam pasar.
“Kalau RPK di dalam pasar selalu kami usahakan ketersediaannya. Memang kemarin ada kendala waktu hari libur, tapi kami sudah perintahkan anggota untuk koordinasi agar RPK segera *re-order*. Untuk RPK di luar pasar, penyaluran memang kami batasi 100 kilogram atau sekitar 33 sampai 34 sak per minggu,” jelas Rahmi.
Rahmi menambahkan, pembatasan kuota 100 kg per minggu dilakukan karena jumlah RPK di luar pasar di Kota Parepare cukup banyak, yakni sekitar 50 titik. Kebijakan ini diambil agar distribusi beras SPHP dapat terbagi secara merata hingga ke tingkat RW dan kelurahan. Bulog berjanji akan melakukan evaluasi dan perbaikan alur distribusi ke depannya.




















