PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Ketua Komisi I DPRD Kota Parepare, Dr. H. Kamaluddin Kadir, meminta Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk bergerak cepat memperbaiki sejumlah titik jalan yang rusak di wilayahnya. Hal ini disampaikan Kamaluddin saat menjadi dalam program siaran Obras, Jumat (03/07/26).
Menurut Kamaluddin, penanganan jalan rusak harus dilakukan sedini mungkin agar kerusakan tidak semakin melebar dan memicu terjadinya kecelakaan yang dapat merugikan masyarakat maupun pemerintah daerah.
“Supaya tidak melebar kerusakannya, harus segera diperbaiki. Ini bahaya kalau masyarakat sampai menuntut, kan repot lagi. Jadi seyogyanya pemerintah daerah melalui Dinas PUPR selalu memasang tanda-tanda atau rambu di lokasi yang rusak,” ujar Kamaluddin.
Beliau juga menyentil kebiasaan warga yang kerap menanam pohon pisang di tengah jalan yang berlubang sebagai penanda darurat. Kamaluddin berharap pemerintah bisa mengantisipasinya dengan memasang rambu yang lebih layak dan aman.
Menanggapi keluhan masyarakat mengenai beberapa jalur utama dengan mobilitas tinggi yang masih rusak seperti kawasan sekitar SMPN 2 Parepare (Lahaleda) dan Jalan Agus Salim politisi senior ini mengungkapkan bahwa perbaikan untuk jalur-jalur tersebut sudah masuk dalam radar perencanaan.
“Kami dapat informasi bahwa tidak lama lagi Jalan Lahaleda dan Agus Salim akan dilakukan perbaikan. Mudah-mudahan secepatnya terealisasi, apalagi ada komitmen bantuan keuangan dari pemerintah provinsi,” jelasnya.
Terkait adanya sindiran netizen di media sosial yang membandingkan proyek pembangunan fasilitas lain (seperti lapangan) dengan penundaan perbaikan jalan, Kamaluddin meminta masyarakat untuk tetap objektif.
Ia menegaskan bahwa setiap program kerja pemerintah daerah sudah memiliki plot anggaran masing-masing yang tidak saling mengganggu.
“Semua kegiatan sudah ada penempatan anggarannya. Kegiatan yang lain berjalan, perbaikan jalan juga jalan. Cuma memang mungkin ada skala prioritas mana yang duluan dikerjakan. Jadi jangan dibanding-bandingkan atau dihubung-hubungkan,” tuturnya.
Meski memahami bahwa sindiran tersebut merupakan bentuk kekesalan warga, Kamaluddin tetap mengimbau Dinas PUPR agar memberikan perhatian ekstra pada fasilitas umum yang vital.
“Masalah kecil kalau dibiarkan, kena air hujan dan dilewati kendaraan terus-menerus, pasti akan melebar dan merembet ke mana-mana. Kita berharap ini segera menjadi atensi dinas terkait,” pungkasnya.**




















