PAREPARE, RADIOMESRA..COM – Penangkapan terhadap dua tokoh aktivis nasional baru-baru ini menuai reaksi keras dari daerah. Aktivis Koalisi Masyarakat Peduli Bangsa (KMBP) Kota Parepare, H. Andi Abdul Rahman Saleh, S.E., menilai tindakan aparat tersebut sebagai bentuk kriminalisasi nyata yang sengaja dilakukan oleh pihak-masing tertentu.
Menurut Andi Abdul Rahman, penangkapan ini justru akan menjadi blunder bagi pemerintah karena berpotensi memantik gelombang perlawanan yang lebih besar dari masyarakat dan elemen mahasiswa.
“Kami menilai ini adalah bentuk kriminalisasi. Namun, kami berharap dengan ditangkapnya dua tokoh ini, hal tersebut justru menjadi semangat kebangkitan dan perlawanan terhadap kezaliman penguasa. Saya yakin mereka yang ditangkap pun akan semakin semangat,” ujar Andi Abdul Rahman saat memberikan keterangan pada Sabtu (20/06/26).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut tidak menyurutkan nyali para pejuang demokrasi. Sebaliknya, konsolidasi di tingkat pusat terus berjalan dan semakin solid untuk merespons tindakan represif tersebut.
“Teman-teman aktivis di Jakarta saat ini sudah melakukan konsolidasi menyikapi kejadian ini. Kejadian penangkapan ini justru bisa menjadi pemicu revolusi, apalagi sekarang gerakan mahasiswa juga sudah mulai bergerak,” tegasnya.
Andi Abdul Rahman juga menyayangkan sikap tegas dan restu yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait penahanan para aktivis tersebut. Ia menilai langkah tersebut sebagai keputusan yang kurang cermat dalam membaca situasi psikologis massa.
“Saya pikir ini langkah yang ceroboh sebenarnya, di mana Prabowo mengizinkan (penangkapan/pengiriman) itu ke sana. Pemerintah harusnya berhati-hati merespons gerakan kritis masyarakat,” pungkas Aktivis KMBP Parepare tersebut.




















