PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pemimpin Cabang (Pincab) Bulog Parepare, Rahmi, mengonfirmasi bahwa stok minyak goreng subsidi pemerintah, Minyakita, saat ini dalam kondisi terbatas. Hal tersebut menyikapi keluhan warga terkait tingginya harga di tingkat pengecer yang mencapai Rp19.000 hingga Rp20.000 per liter.
Dalam program “Obras” di Radio Mesra, Kamis (30/04/26), Rahmi menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pantauan langsung ke Pasar Lakessi. Ditemukan adanya oknum distributor swasta yang memasok minyak ke pedagang dengan harga tinggi, sehingga pedagang terpaksa menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kami baru saja melakukan drop stok lagi di Pasar Lakessi untuk sekitar 20 warung. Ada yang dapat 10 dus, ada yang 5 dus, tergantung ketersediaan stok kami yang memang terbatas,” ujar Rahmi.
Rahmi menambahkan bahwa Bulog Parepare hanya mendapatkan pasokan sekitar 40 hingga 50 ton Minyakita per bulan dari produsen untuk wilayah Parepare dan Barru. Karena keterbatasan ini, Bulog memprioritaskan penyaluran ke pasar-pasar tradisional terlebih dahulu dibandingkan ke Rumah Pangan Kita (RPK) yang berada di area pemukiman warga.
Menanggapi hal tersebut, Bang One, warga Ujung Bulu, berharap agar Bulog juga memperhatikan ketersediaan stok di lingkungan warga melalui RPK. Menurutnya, akses masyarakat di sekitar rumah sangat penting agar warga tidak perlu jauh-jauh ke pasar untuk mendapatkan minyak dengan harga subsidi.




















