MAKASSAR, RADIOMESRA. CON — Kota Parepare terus bergerak mengembangkan Informasi Geospasial dan Simpul Jaringan. Pengembangan ini penting untuk mewujudkan keterpaduan data lintas sektor, memperkuat kolaborasi antarinstansi, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis bukti (evidence based planning).
Karena itu, Pemerintah Kota Parepare mengutus Perangkat Daerah terkait pendidikan, kesehatan, perindustrian dan ketenagakerjaan selaku produsen data geospasial, serta Bappeda sebagai analisis data geospasial mengikuti Pelatihan Pengembangan Informasi Geospasial dan Simpul Jaringan di LPPM Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Pelatihan yang berlangsung dua hari, Kamis hingga Jumat (6-7/11/25) di Gedung LPPM Unhas Lantai 5 Puslitbang Laut Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil itu, diikuti oleh Sekda Parepare Amarun Agung Hamka, Kepala Bappeda Zulkarnaen Nasrun, Plt Kepala Bagian Perekonomian dan SDA A Mukti A Mahmud, Wali Data Spasial Bappeda, serta produsen data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan; Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang; Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan; Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan; Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata; Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Dinas Lingkungan Hidup.
Kepala Puslitbang Laut, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil LPPM Unhas Prof Dr Nurjannah Nurdin selaku Ketua Tim PPIG LPPM Unhas mengemukakan, bahwa Geopasial dan Informasinya diatur dengan UU No4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial, yang menerangkan bahwa Informasi Geospasial (IG) adalah data geospasial yang sudah diolah sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian.




















