PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pemerintah Kota Parepare menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan publik berbasis inovasi melalui kegiatan Penguatan Inovasi Daerah Tahun 2025 yang digelar di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (SKMP) LAN RI, Kota Makassar. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 3–4 Juni 2025, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk jajaran kepala SKPD, camat, lurah, dan para inovator dari kalangan ASN serta guru.
Wali Kota Parepare, H. Tasming Hamid (TSM) dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien. Ia mengungkapkan bahwa Pemkot Parepare kini tengah bekerja sama dengan Institut Teknologi Habibie (ITH) untuk mengembangkan aplikasi “Parepare dalam Genggaman” yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan pemerintahan tanpa harus datang langsung ke kantor atau dinas terkait.
“Kita ingin menghadirkan pelayanan publik maksimal bagi masyarakat. Lewat aplikasi ini, masyarakat tidak perlu lagi mondar-mandir ke kantor kelurahan. Semua bisa dieksekusi secara digital. Ini bagian dari upaya kita mendorong pelayanan tanpa tatap muka,” tegas Wali Kota.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Parepare, Zulkarnaen, melaporkan bahwa tahun ini terdapat 67 inovasi dari 64 inovator yang berasal dari 17 SKPD.
Jumlah ini tercatat sebagai partisipasi terbanyak sepanjang pelaksanaan kegiatan serupa. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menjadi penyumbang inovasi terbanyak, didominasi oleh guru-guru yang berinovasi di bidang pendidikan. “Kami berharap Klinik Inovasi ini dapat menjadi wadah pengembangan ide-ide baru dan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Di sini, para inovator akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan,” kata Zulkarnaen.
Meskipun indeks inovasi Parepare mengalami sedikit penurunan, kota ini tetap berada dalam kategori “inovatif”. Zulkarnaen menegaskan harapannya agar kualitas dan kuantitas inovasi terus meningkat setiap tahun demi mewujudkan visi Parepare Terbaik, Sejahtera, dan Maju.
Sementara itu, Kepala Pusat SKMP LAN RI, Dr. Muhammad Aswad, memberikan apresiasi atas kepercayaan Pemkot Parepare yang terus melibatkan lembaganya dalam pendampingan inovasi daerah. Ia menekankan bahwa kemajuan daerah tidak semata bergantung pada sumber daya alam, melainkan lebih pada kreativitas dan inovasi aparatur sipil negara (ASN). “Jika ASN inovatif dan kreatif, maka 40 persen keberhasilan pembangunan daerah telah di tangan. Parepare membuktikan meski wilayah kecil, tapi unggul karena inovasinya,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Senada dengan itu, Kepala Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri BRIN, Mardyanto Wahyu Tryatmoko, juga menyampaikan dukungannya terhadap upaya Pemkot Parepare dalam mendorong budaya inovasi.
Ia menegaskan bahwa yang terpenting bukan sekadar pencapaian prestasi inovasi, tetapi dampaknya terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan kemajuan daerah. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Parepare, H. Hermanto, jajaran kepala SKPD, camat, lurah, serta para inovator dari berbagai sektor. (*)




















