PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Menanggapi kenaikan harga beras saat ini di pasar kota Parepare, Kepala Dinas Ketahanan Pangan kota Parepare Muh. Idris di hubungi radio mesra Kamis (28/05/25) pada program Obras mengatakan sudah melakukan intervensi untuk mempercepat penyaluran Beras SPHP.
“Kemarin kita sudah bersurat ke bapanas melalui dinas ketahanan pangan provinsi, supaya beras SPHP ini cepat diluncurkan kembali, karena sebenarnya yang berteriak ini bukan cuma konsumen kita yang teman-teman kita, dari RPK juga berteriak, karena pasokan tidak ada untuk beras SPHP sementara hanya beras SPHP ini yang bisa membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan mereka terkait dengan beras. Terus terang Kalau terkait dengan keluarnya beras SPHP ini kita masih menunggu respon dari surat kita yang kita kirim ke bapanas dan kita terus berkoordinasi dengan dinas ketahanan pangan provinsi untuk mendapatkan informasi terkait itu.” Kata Idris.
Lanjut Idris, dari dinas ketahanan pangan sendiri, rencana tanggal 2 dan tanggal 3 itu melakukan gerakan pangan murah, dan kalaupun misalnya beras SPHP belum ada penugasan untuk dikeluarkan oleh Bulog, maka ketahanan berupaya untuk meminta kesediaan Bulog melepas berat non SPHP dengan harga yang lebih terjangkau oleh masyarakat. Meski menunggu informasi, tapi tetap melakukan koordinasi, baik persyaratan maupun koordinasi langsung dengan Bapanas.
“Karena kebetulan kita libur, jadi insya Allah hari aktif kita akan melakukan kembali koordinasi, bagaimana informasi terkini yang kita dapat, supaya kita dapat melakukan tindakan intervensi untuk tanggal 2 dan tanggal 3.” Terang Idris.
Idris menambahkan, Sebetulnya kalau di ketahanan pangan itu koordinasinya terkait dengan komoditi, minyak itu dengan Bulog. Informasi dari Bulog stok masih memungkinkan, apakah itu bisa dilepas dalam waktu dekat ini, karena komoditi komoditi yang menjadi kebutuhan masyarakat di hari-hari Raya itu seperti beras, gula, dan minyak memang terus pantau.
“Untuk ketersediaannya. Tentu kami dari pihak pemerintah berharap, bahwa masyarakat tetap tenang menghadapi ini, kita tahu secara fisiologis itu memang agak berat, kalau terjadi kenaikan harga di lapangan, tetapi Kami insya Allah akan tetap berusaha untuk bagaimana melakukan cara-cara intervensi yang tepat sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau.” Imbau Idris




















