PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Penipuan dokumen pendirian sekolah gamaliel di sinyaril ada pada persetujuan saat sosialisasi di kelurahan wattang Soreang. Hal tersebut terungkap dan di sampaikan Wakil ketua komisi II Sappe saat di hubungi Tim liputan jelajah kota radio mesra usai menerima aspirasi forum masyarakat Soreang Jumat (09/05/25).
“Menurut pengakuan warga, orang yang bertanda tangan di sana lengkap dengan KTP itu untuk memanipulasi data. Data tersebut bukan khusus untuk menyetujui adanya pembangunan sekolah, tapi mereka yang bertanda tangan disitu kehadiran, bahwa perempuan harus ikut kepesertaannya dalam pemilu dengan 30%. Tapi itu mungkin disalah gunakan oknum yang tidak bertanggung jawab agar supaya agar supaya segala bentuk perizinan terkhusus PBG bisa terbit.” Kata Sappe.
Lanjut Jubir PKS ini, UUÂ menjamin kecerdasan bangsa. Tetapi pada intinya dalam hal pendirian, tidak ada larangan, tetapi dilihat kultur di mana sekolah itu mau didirikan, mungkin saja segala bentuk aturan dalam pendidikan bisa saja, tapi kembali kepada asas persetujuan masyarakat setempat dalam lingkungan yang mungkin notabene mayoritas agama berbeda dengan sekolah tersebut.
“Kami sampaikan, bahwa sebenarnya sekolah itu tidak bisa ditolak, yang bisa ditolak adalah bangunannya, kenapa mesti di lingkungan itu, di mana daerah mayoritas, seharusnya berpikir bahwa mendirikan sekolah itu yang sesuai dengan tempatnya, bukan sekolahnya yang mau ditutup, tetapi bangunannya. kami juga sampaikan bahwa kami tidak pernah menolak sekolahnya, mungkin saja kami bisa tolak, karena bangunan itu ada di tengah tengah masyarakat mayoritas.” Ungkap Sappe.




















