PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota Komisi III DPRD kota Parepare dari partai Gerindra Belum lama ini mengatakan Sudah bisa dipastikan kalau ritel modern di suatu titik atau di satu jalan dibuka lagi, sementara potensi-potensi usaha kemasyarakatan yang ada di sekitar itu pasti akan mati. Karena keinginan masyarakat berbelanja pasti penglihatannya itu terkait mungkin karena fasilitasnya bagus kemudian barangnya juga terjamin.
“Biasanya kita belanja begitu, tapi kita juga tidak mau menutup mata, bahwa pengembangan usaha ke masyarakat atau jual-jualan kelontong yang ada di masyarakat kita itu perlu diperhatikan. Sekaitkan dengan Perda perda yang kita sudah lahirkan seperti Perda nomor 10 2017, tentang penataan pembinaan pasar rakyat, pusat perbelanjaan, dan toko swalayan semua ini berjalan sinergis dan harus diatur. Baik pasar rakyatnya, pusat perbelanjaannya dan toko swalayan supaya tidak ada ketergangguan.” Kata Dr. Kamaluddin
Lanjut Caleg terpilih dari dapil ujung ini,  kemudian di Perda nomor 11 tahun 2023, ini perda baru tentang pemberdayaan dan pengembangan dan perlindungan koperasi dan usaha mikro yang sifatnya kecil. Ini yang mau di jaga ritmenya agar supaya pasar rakyat atau usaha-usaha masyarakat yang ada di lingkungan tersebut bisa berjalan seiring, bukan saling membunuh.
“Maksudnya, lahir ritel justru membunuh usaha kecil. Yang kita mau usaha besar datang, tapi bagaimana caranya membina usaha-usaha kecil yang ada di masyarakat. Kalau dulu 2017, menurut ketua pansus dulu yang saya datangi kemarin bahwa memang dulu ada janji bahwa retail modern itu ketika dia masuk di satu titik, atau di satu lokasi itu mengharapkan agar supaya barang-barangnya juga yang sifatnya penting dan pokok di masyarakat itu boleh, masyarakat mengambil di masyarakat untuk menjual tapi sekarang sudah tidak ada lagi.” Ungkap Dr. Kamaluddin.




















