PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Keluhan terkait ketidakstabilan jaringan layanan internet Indihome kembali mengemuka. Dalam dialog interaktif program *Obrolan Santai (Obras)* pada Selasa (21/07/26), Ahmad, seorang warga Kelurahan Lumpue, Kota Parepare, menyuarakan kekecewaannya terhadap minimnya transparansi informasi dan rumitnya prosedur penanganan gangguan dari penyedia layanan tersebut.
Ahmad menilai, sebagai penyedia jasa berbayar, Indihome seharusnya memiliki mekanisme pemberitahuan proaktif kepada pelanggan ketika terjadi kendala teknis jaringan, sebagaimana yang biasa dilakukan oleh BUMN lain seperti PLN maupun PDAM.
“Sebetulnya kalau ada gangguan, Indihome harus memberikan penjelasan ke pelanggan. PLN dan PDAM saja menginformasikan kalau ada kendala. Mereka kan tahu nomor WhatsApp kita. Jangan cuma pas pengingat tagihan bulanan sebelum tanggal 20 saja pesan WA masuk, tapi saat ada gangguan justru diam,”* ujar Ahmad dalam program Obras.
Ahmad menceritakan pengalaman teranyarnya saat jaringan internet tiba-tiba mati total. Informasi penyebab gangguan berupa kendala kabel putus di jalur Maros–Pangkep justru ia dapatkan secara informal melalui grup WhatsApp komunitas, bukan melalui pemberitahuan resmi manajemen maupun Grapari setempat.
Selain masalah transparansi, Ahmad juga menyoroti rumitnya mekanisme pengaduan pelanggan. Untuk melaporkan gangguan, konsumen di daerah diwajibkan menghubungi call center pusat yang memerlukan pulsa telepon seluler reguler. Menurutnya, syarat ini sudah kurang relevan di tengah era digital saat ini di mana masyarakat mayoritas bergantung pada layanan berbasis data atau WhatsApp.
Prosedur perbaikan teknis juga dinilai memakan waktu terlalu lama akibat birokrasi berjenjang yang melibatkan pihak ketiga (vendor). Ahmad mengungkapkan pernah mengalami kelumpuhan jaringan internet lebih dari tiga hari tanpa penanganan cepat.
“Lapornya harus ke pusat dulu, pusat balik ke daerah, lalu daerah lempar lagi ke vendor. Saya pernah mengalami gangguan dari Jumat, Senin baru ditindaklanjuti, dan Selasa baru selesai. Padahal itu sudah melewati standar waktu mereka. Pelanggan dituntut memenuhi kewajiban bayar tepat waktu, tapi hak layanan kami sering diabaikan,”* tegasnya.
Melalui forum Obras ini, warga berharap manajemen Telkom/Indihome dapat membenahi saluran komunikasi di tingkat daerah, menyederhanakan akses pengaduan tanpa biaya pulsa tambahan, serta mempercepat tanggap darurat perbaikan teknis demi kepuasan dan keadilan bagi konsumen.




















