PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Politisi Senior partai Golkar yang kini duduk sebagai Ketua DPRD Ir. H. Kaharuddin Kadir pada tim liputan jelajah kota beberapa waktu lalu mengungkapkan alasannya untuk kembali bertarung di arena pemilu legislatif 2024.
“Saya memang pernah menyampaikan teman-teman bahwa pemilu ini terahhir (2019), tetapi partai ini, partai saya, partai golkar meminta saya untuk tetap maju. Dengan beberapa pertimbangan diantaranya tentu ada hal-hal pertimbangan yang saya tidak bisa ungkapkan. Yang kedua Saya juga merasa bahwa masih banyak kepentingan masyarakat khususnya masyarakat Soreang kita harus urus, saya terakhir ini dalam menjalani masa kampanye saya sudah mengunjungi 10 Titik.” Kata Kahar.
Lanjut Caleg zno urut satu partai Golkar Soreang ini, masalah cukup kecil sekali, paling sekitar BPJS, persoalan pendidikan, kesehatan, kalau prasarana infrastruktur paling lorong atau lampu lorong, terutama masalah kesehatan. Dirinya menjelaskan bahwa di 2024 mereka sudah anggarkan kurang lebih 24 miliar untuk mengcover BPJS masyarakat Parepare, supaya nanti masyarakat tidak ada istilah BPJS non aktif.
“kita sampaikan bahwa kita sudah anggarkan yang penting ber KTP Parepare. Persoalan pendidikan juga penting, kita mau ke depan sebenarnya tidak boleh lagi ada sekolah yang melakukan penolakan terhadap siswa, malah sebenarnya kalau saya sistem zonasi itu kurang manusiawi. Karena walaupun di sisi lain mungkin ada benarnya, tapi secara umum kalau saya tidak manusiawi, itu menghalangi hak anak-anak yang mungkin cerdas, pintar untuk memilih sekolah favoritnya. Walaupun memang disiapkan kuota jalur prestasi, tetapi mayoritas itu zonasi. Saya sampaikan kepada masyarakat bahwa undang-undang pendidikan kita, itu mengatakan bahwa tidak boleh sebuah sekolah menolak anak-anak untuk bersekolah sepanjang anak-anak mau bersekolah.: terang Kahar
Oleh karena itu jelas H. Kaharuddin, dirinya memang ingin memperjuangkan kalau ada orang tua datang ke rumah meminta anaknya sekolah anaknya di SMP 1, SMP 2, ia memperjuangkan berjuang mati-matian.
“Karena ini generasi bangsa ke depan kualitas bangsa ke depan ditentukan generasinya kalau anak-anak tidak sekolah hancur masa depannya anak-anak kalau urusan sekolah saya pasti urus.” Tegas Kahar




















