PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Gedung Covid Centre RSUD Andi Makkasau, Kota Parepare, resmi beroperasi. Peresmian dilakukan Pj Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin ditandai dengan pengguntingan pita bersama Pj Wali Kota Parepare Akbar Ali di depan pintu utama gedung Covid Centre RSUD Andi Makkasau, Selasa (09/01/23).
Direktur RSUD Andi Makkasau, dr Renny Anggraeni Sari pada media mengatakan saat ini gedung covid center ini telah diresmikan penggunaannya. Dipakai untuk melayani pasien non infeksi sejak dibuka pada tanggal 29 Desember 2023 sudah 35 pasien yang dilayani di ruang perawatan
“Hari ini rumah sakit yang di Makassau mendapatkan kunjungan dari bapak pejabat gubernur Sulawesi Selatan beserta bapak walikota Parepare, di sini yang dikunjungi adalah gedung covid center. Saat ini gedung covid center ini telah diresmikan penggunaannya. Dipakai untuk melayani pasien non infeksi sejak tidak dibuka pada tanggal 29 Desember 2023. Sudah 35 pasien yang dilayani di ruang perawatan ini.” Kata Dr. Renny.
Lanjut Dr Renny, tadi rombongan penjabat sempat berkunjung ke beberapa kamar perawatan pasien. Bagi pasien yang dirawat di dalam itu berasal dari dalam kota maupun ada dari luar kota Parepare,yaitu dari Pinrang, dan polmas dari Parepare. Tadi ada beberapa jenis penyakit. Ada gangguan pencernaan, pasien jantung, dan pasien diare, sementara pasien rujukan itu berasal dari Pinrang dan polmas rata-rata pasien bedah dan pasien operasi prostat.
‘Bapak gubernur mempertanyakan kelengkapan ketersediaan dokter spesialis di rumah sakit, rumah sakit Andi Makkasau. Namun memang ada beberapa dokter tidak ada di rumah sakit kami. Seperti dokter bedah syaraf, yang memang belum ada disini. Kalau itu radiologi kami punya dokter tamu, itu hanya ada setiap hari Sabtu. Ada beberapa dokter Andi makasau yang sementara sekolah, nanti akan segera kembali melayani masyarakat Parepare. Ke depan faskes yang ada di atas ruang perawatan ada lantai 2, 15 tempat tidur bisa dimaksimalkan sampai 20, sementara di lantai 3 sendiri ada 9 tempat tidur satu pasien satu kamar.” Ungkap dr. Renny




















