PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Lembaga Permasyarakatan (LAPAS) Kelas IIA Parepare bersama Balai Pelatihan Vokasi Dan Produktifitas (BPVP) Pangkep tutup pelatihan pelatihan berbasis kompetensi bersertifikasi bagi anggota Dharma Wanita Persatuan dan warga binaan dengan program Mobile Training Unit (MTU) Kejuruan Teknologi Pengolahan Pertanian Sub Kejuruan pembuatan roti dan kue, Jumat (29/12/23).
Pada tim liputan jelajah kota radio mesra Parepare Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, Amd.IP, SH mengungkapkan dirinya merasa bersyukur melaksanakan kegiatan penutupan untuk pelatihan kemandirian bersentifikasi yang berstandar nasional
“Alhamdulillah kita telah melaksanakan kegiatan penutupan untuk pelatihan kemandirian bersentifikasi yang berstandar nasional bekerja sama dengan balai pelatihan vokasi dan produktivitas Pangkep, yang telah kita laksanakan selama 15 hari dan ini adalah pelatihan yang kedua pelatihan yang pertama diikuti oleh 16 orang warga binaan, dan pelatihan kedua ini kita ada tambahan dari peserta ibu-ibu darma wanita lapas kelas 2 Parepare sebanyak 6 orang ditambahkan dengan warga binaan sebanyak 10 orang.” Kata Totok.
Lanjut Totok, Dirinya atas nama pimpinan mengucapkan terima kasih kepada balai pelatihan vokasi dan produktivitas Pangkep Sudarsono SE dan berterima kasih juga kepada Dinas tenaga kerja dan UMKM kota parepare Basuki Busrah yang telah memfasilitasi hingga pelaksanaan kegiatan yang diadakan melalui Mobile Training Unit bisa terlaksana dengan baik.
“Insya Allah di tahun 2024, kami juga bermohon kepada bapak kepala balai pelatihan vokasi dan produktivitas Pangkep, untuk mendapatkan kembali paket-paket yang bisa diberikan kepada warga binaan pemasyarakatan di lapas kelas 2A parepare. Hal ini sebagai tujuan dari sistem pemasyarakatan bahwa mereka nanti setelah bebas itu mendapatkan bekal keahlian, bekal kemampuan dan juga ada sertifikat sehingga mereka bisa menciptakan lapangan usaha baru atau UMKM.” Terang Totok
Totok menambahkan, peserta yang bersangkutan bisa nanti mendaftar di perusahaan-perusahaan baik di Indonesia, maupun di luar negeri di Asia utamanya dengan menunjukkan sertifikat dari Balai pelatihan vokasi dan produktivitas Pangkep.
“Hal ini diharapkan bahwa nanti mantan-mantan warga binaan eks eks warga binaan yang sudah bebas menjadi manusia yang bermanfaat untuk dirinya sendiri maupun bermanfaat untuk orang lain. Apa bila nanti yang bersangkutan juga bisa menciptakan lapangan kerja baru, usaha baru, misalkan di rumah sendiri atau di rumah tangganya, bisa juga meningkatkan taraf ekonominya untuk keluarganya. Hal inilah yang menjadikan dorongan dari bapak direktur jenderal pemasyarakatan, bahwa seluruh warga pembinaan di seluruh Indonesia diharapkan mereka mempunyai bekal kemampuan keahlian yang bersertifikasi setelah nanti bebas. Ini harapan kedepannya kegiatan-kegiatan ini bisa lebih ditingkatkan.” Tambah Totok




















