PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Demi memudahkan Pelanggan demi untuk memenuhi kewajibannya dalam membayar rekening Airnya, PAM Tirta Karajae membangun kerjasama dengan Bank di kota Parepare termasuk Bank BTN. Hal tersebut di sampaikan Direktur PAM Tirta Karajae Andi Firdaus Djollong saat di temui tim liputan jelajah kota radio mesra Kamis (09/03/23).
“Kerjasama dengan perbankan itu sudah lama, BRI, BNI dan Mandiri terakhir kemarin ini bersama dengan Bank BTN. Bank BTN ini kalau kita amati kerjasamanya dengan developer banyak, perumahan subsidi lebih besar pangsa pasarnya. Sehingga kami kerjasama dengan bank BTN salah satunya adalah bagaimana perumahan subsidi yang ada di Parepare ini yang sudah terbangun tapi tidak menggunakan air PDAM, itu supaya Bank BTN agar bisa memfasilitasi agar bisa kembali menggunakan air PDAM jangan menggunakan sumur dalam.” Kata Firdaus.
Menurut legislator periode 2014-2019 ini, pengunaan sumur dalam mereka pakai selama ini tidak melakukan treatment tidak ada pengolahan. Ia berharap bank BTN bagaimana perumahan yang kerjasama dengan bank BTN itu tapi tidak menggunakan air PDAM itu supaya menggunakan PDAM apalagi seingat dirinya waktu masih di dewan itu pernah di usulkan ke pemerintah agar perumahan yang menggunakan air PDAM karena kelayakannya lebih bagus.
“Kalau PDAM, perumahan-perumahan yang sementara mau membangun supaya segera diikat dengan perjanjiannya bahwa meskipun dan menghindari mereka atau mengingat tapi high cost tapi kalau menggunakan PDAM hampir setiap bulan kami ke Makassar dengan dinas kesehatan memeriksa meskipun juga beda yang punya laboratorium khusus mengenai itu yang peralatan tidak ada di sini kita bawa ke Makassar dibawa ke dinas kesehatan sehingga steril dimanfaatkan masyarakat itu salah satu poin kerjasama dengan bank BTN.” terang Firdaus
Tambah Firdaus, hal yang kedua adalah soal pinjaman pegawai yang masih muda yang magang itu dibawa gajinya dibawa ke sana, Bank BTN bisa memfasilitasi.
“Yang ketiga adalah pembayaran PDAM, tadi kerjasama antara Bank BTN dan PDAM perumahan ada, karena mereka bawa cicilan rumahnya Bank BTN mengikut dengan tarif air minumnya. Jadi satu kali bayar. Apalagi terakhir ini dengan adanya PPOB (Pembayaran Online di Perbankan) itu di perbankan dan yang online dana itu sudah 70% masyarakat memakainya, jadi gimana pun bisa bayar tadi lewat HP saya amati sisa 30% masyarakat antari di loket.” Ungkap Firdaus.




















