PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Pemerintah Kota Parepare berupaya meningkatkan kualitas Kota Layak Anak menuju kategori utama. Sasaran yang menjadi prioritas kali ini adalah sekolah. Itu untuk menjadikan sekolah ramah anak yang menunjang Kota Layak Anak (KLA) kategori utama.
Karena itu, Pemkot Parepare membentuk tim dari beberapa SKPD teknis ditambah Forum Anak dan Duta Anak Parepare untuk melakukan pembinaan dan pendampingan di beberapa sekolah. Pembinaan dilakukan dalam enam hari terhadap 18 sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA sederajat secara bergilir. Pada hari pertama, Senin, (12/09/22), tim mengunjungi tiga sekolah yakni SDN 19, SMPN 12, dan SMAN 3 Parepare.
Kepala Bidang Perencanaan SDM dan Sosbud Bappeda Parepare, Dede Alamsyah Wakkang saat di hubungi tim liputan jelajah kota Radio mesra yang menjadi salah satu anggota tim mengatakan, tim yang dibentuk ini bernama Tim Pembinaan Sekolah Ramah Anak Gugus Tugas KLA Kota Parepare.
“Kami melakukan pembinaan dan monitoring dalam rangka persiapan penilaian kota layak anak tahun 2022. Kami melakukan pembinaan dan pengawasan sekaligus melakukan edukasi ke sekolah-sekolah, antara lain adalah SD 19, SMP 12, dan SMA 3. Dalam pembinaan kali ini kami mengajak beberapa SKPD yang tergabung dalam tim gugus kota layak anak, diantaranya adalah ada Dinas kesehatan, ada dinas ketahanan pangan, kemudian ada dinas DP3A, Bappeda, kecamatan serta BPBD dan Dinas pemadam kebakaran.” Terang Dede.
Lanjut Dede, Dalam pembinaan ini juga beberapa SKPD itu memberikan masukan maupun edukasi kepada sekolah-sekolah dimaksud. Contoh dari dinas kesehatan memberikan edukasi dan pembinaan terkait kesehatan yang ada di sekolah misalnya bagaimana jajanan yang ada di sekolah itu bebas dari bahan pengawet kemudian bagaimana melengkapi UKS yang ada di sekolah.
“Selanjutnya juga dari DP3A itu memberikan masukan bagaimana pemilahan gender di sekolah, bagaimana WC maupun perlakuan terhadap anak-anak perempuan maupun anak-anak laki-laki. Dari dinas ketahanan pangan itu lebih memberikan edukasi terkait adanya tanaman obat dilakukan di sekolah untuk menambah pengetahuan anak-anak terkait tanaman obat. Dari dinas perpustakaan itu memberikan masukan dan edukasi terkait bagaimana menciptakan minat baca terhadap anak-anak sehingga anak-anak itu cenderung untuk datang ke perpustakaan dan bagaimana anak-anak itu bisa menikmati hari-harinya di dalam perpustakaan.” Terang Dede
Tambah Dede, Juga ada masukan dari BPBD terkait bagaimana anak-anak apabila ada bencana di sekolah anak-anak itu melakukan seperti apa, sementara dari kemenag dan bagian kesra juga memberikan masukan kepada sekolah-sekolah bagaimana mushola di sekolah itu lebih dihidupkan lagi supaya anak-anak bisa menambah pengetahuan terkait keagamaan kemudian selanjutnya kemenag juga memberikan masukan terkait bagaimana anak-anak yang non muslim itu bisa mendapatkan siraman rohani terkait dengan agama yang dianutnya.
“Dalam pembinaan kali ini, teman-teman dari kominfo juga memberikan masukan terkait bagaimana mengantisipasi dan mencegah prostitusi online yang sedang marak kali ini. Jadi apa yang kami lakukan pada hari ini merupakan satu langkah bagaimana kota Parepare memenuhi .” Jelas Dede.




















