PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Komitmen Pemerintah Kota Parepare bersama DPRD Parepare untuk memasukkan unsur ekologi dalam Pagu Indikatif Wilayah, menjadikan Parepare lokomotif Alokasi Anggaran Kelurahan Berbasis Ekologi (Alake).
Karena itu, Pemkot Parepare dalam hal ini dengan Pilar Nusantara (Pinus) Sulawesi Selatan dan The Asia Foundation menggelar Lokakarya Forum Hijau Kota Parepare, menindaklanjuti hasil Workshop Transfer Anggaran Kelurahan Berbasis Ekologi sebelumnya, di Hotel Satria Wisata Parepare, Rabu, (02/02/22).
Direktur Pinus Syamsuddin Awing yang mewakili Kepala Bappeda Parepare dan Direktur YLP2EM Ibrahim Fattah pada tim liputan jelajah kota mengatakan, kegiatan itu adalah rangkaian dari kegiatan sebelum nya yang diawali dengan penandatanganan MOU antara pilar Nusantara dengan Bappeda kota Parepare
“Kegiatan di parepare terkait lokakarya forum hijau kota Parepare. kegiatan itu adalah rangkaian dari kegiatan sebelumnya yang diawali dengan penandatanganan MOU antara pilar Nusantara dengan Bappeda kota Parepare. Itu juga sebelumnya pinus Sulawesi Selatan bersama The Asia Foundation (TAF) itu sudah melakukan diskusi awal dengan DPRD dan Bappeda itu sendiri untuk program selamatkan hutan dan lahan melalui perbaikan tata kelola setapat 3 nama programnya,” Kata Syamsuddin Awing
Lanjut Syamsuddin Awing, program ini mengusung issu transper anggaran berbasis kologatol ekologi viscal transfer dan Terkait dengan anggaran dari pemerintah diatas kepemerintah dibawahnya mistransfer anggaran dari pusat ke provensi dari provensin ke kabupaten kota kecamatan kelurahan.
“Khusus untuk di kota Parepare ini pilar Nusantara mengusung program Alake (Alokasi anggaran berbasis ekologi) dimulai dengan memasukkan diperwali atau peraturan wali kota tentang pagu indikatif wilayah. Setiap tahun memang dibuat perwali didalamnya memuat terkait pagu indikatif wilayah sesuai dengan Perda no 1 terkait dengan perencanaan pembangunan parsipatif di kota Parepare 2010 tetapi pada Pagu indikatif wilayah ini baru dimulai tahun 2014, memang forum ini dilakukan untuk memastikan hasil musrembang kelurahan yang sudah selesai Minggu lalu.” Jelas Samsudding Awing.
Tambahnya, sekarang ini tahapannya dari hasil musrembang kelurahan itu akan dibawa ke musrembang kecamatan dari tahapan kecamatan pilar Nusantara melaksanakan forum lokakarya ini untuk memastikan alokasi anggaran kelurahan berbasis ekologi itu memang sudah masuk diprogram usulan kelurahan karena diperwali itu sendiri dengan petunjuk teknis musrembang itu sudah disampaikan.
“Bahwa khusus untuk Alake ini indakotor nya adalah persampahan dengan ruang terbuka hijau masing-masing 5% untuk RTH, 5% persampahan ,jadi 10% dari pagu indikatif yang dialokasikan keekologi. Sehingga dilokakarya itu semua delegasi dari 20 kelurahan menyampaikan bahwa mereka memasukkan alake itu diusulan musrembang kelurahan dan menjadi bahan penginputan di SIPD sistem baru yang sekarang sudah semua harus masuk di input itu dan SIPD itu akan ada pelatihan dari kelurahan untuk penginputan 4-5 di Makasar, setelah itu masuk musrembang forum SKPD dan masuk direnja usulan itu. Kami akan mengawal sampai ke renja. Kami sangat bersyukur seluruh komponen baik dari pemerintahan, DPRD, masyarakat sipil, forum komunitas hijau kita bersama mengusung alake ini untuk tahun 2023.” Tutup Samsuddin Awing




















