32.8 C
Pare-Pare
Sabtu, Oktober 17, 2026
spot_img

Cara Polres Parepare Bikin Polisi Terasa Dekat: Mulai dari Subuh di Masjid Terapung

PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Subuh belum sepenuhnya terang. Angin laut masih berembus kencang di Masjid Terapung BJ Habibie, Jalan Mattirotasi, Cappa Galung, Sabtu (17/10/26).

Pukul 04.40 WITA, jamaah mulai berdatangan. Sekitar 80 orang. Di antara sarung dan mukena yang memenuhi masjid di atas laut itu, ada beberapa wajah yang tak biasa.

Kabag Ops Polres Parepare Kompol Slamet Paryanto duduk di saf tengah. Di sebelahnya ada Kasat Lantas AKP Rusdi Yunus, Kapolsek Bacukiki AKP Bustan Tarika, serta para Bhabinkamtibmas dari Lemoe, Galung Maloang, Cappa Galung, hingga Lumpue. Tidak ada yang berdiri memberi komando. Mereka datang sebagai jamaah.

Shalat subuh dipimpin Imam Ustadz Muh. Rifai. Usai salam, jamaah tidak langsung bubar. Polisi dan warga tetap duduk. Mengobrol.

Itulah cara Polres Parepare belakangan ini mendekati warga. Bukan dengan spanduk program atau apel besar, tapi dengan datang di waktu warga berkumpul. Subuh.

Bagi warga, suasana seperti ini terasa berbeda. Biasanya polisi ditemui saat ada masalah. Pagi itu, mereka ditemui saat baru selesai berdoa.

Salah satu warga, Drs. Muh. Bahtiar dari Cappa Galung, memanfaatkan momen itu. Ia bercerita tentang keresahan yang ia lihat hampir setiap malam: anak-anak muda yang kebut-kebutan, balap liar, kelompok remaja yang membuat keributan.

“Kami orang tua jadi khawatir kalau anak keluar malam,” ujarnya.

Pertanyaan itu tidak dibiarkan menggantung. Kompol Slamet dan AKP Bustan menjawab di tempat. Mereka mengakui, laporan soal balap liar dan kejahatan jalanan memang paling sering masuk.

Untuk itu, Polres Parepare membentuk tim yang kerjanya memang menyisir jalan pada jam rawan. Tim Senggol, sebutannya. Mereka berpatroli dari malam hingga menjelang subuh, mendatangi titik-titik yang kerap dijadikan arena balap liar. Ditambah patroli blue light yang rutin masuk ke pemukiman.

“Kami patroli tiap malam. Tapi kami tidak bisa sendiri. Kami butuh warga yang kasih tahu kalau ada yang mencurigakan,” kata AKP Bustan.

Ia juga berpesan, jika warga melihat sesuatu, cukup hubungi Bhabinkamtibmas di kelurahannya atau telepon 110. Gratis dan langsung ditindaklanjuti.

Tidak ada pidato panjang pagi itu. Obrolan berlangsung seperti pertemuan keluarga. Imam masjid H. Muhabar yang juga hadir terlihat beberapa kali menimpali.

Menjelang pukul 05.30 WITA, matahari mulai muncul di balik laut Parepare. Jamaah satu per satu pulang. Polisi yang tadi duduk bersama warga juga ikut berjalan keluar, menyalami satu per satu jamaah di pintu masjid.

Di masjid terapung itu, polisi tidak sedang menjalankan program di atas kertas. Mereka sedang mencoba hal yang sederhana: hadir lebih dulu, sebelum warga harus mencari mereka.

Most Popular

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare