PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Tempat Penampungan Bank Sampah di Kelurahan Mallusetasi/Lappadde (Kecamatan Ujung) ramai oleh kesibukan para ibu rumah tangga dan kader PKK yang sedang memilah limbah plastik. Kegiatan pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi masyarakat ini menaruh perhatian khusus dari jajaran Pemerintah Kota dan Tim Penggerak PKK Kota Parepare.
Camat Ujung, Andi Muliady, S.H., M.Si, , menjelaskan bahwa keberadaan bank sampah yang digerakkan oleh ibu-ibu rumah tangga dan kader PKK ini telah berdiri sejak tahun 2016. Kegiatan ini berfokus pada pengumpulan serta pemilahan berbagai jenis sampah plastik, seperti botol bekas, gelas minuman kemasan, hingga perabotan plastik rusak.
“Sampah-sampah yang dijemput dan disatukan dari para pengumpul di wilayah Kecamatan Ujung ini dipilah kemudian ditimbang. Hasil dari penjualan sampah tersebut disetorkan untuk dijadikan tabungan investasi berupa emas di Pegadaian. Nilai tabungannya otomatis akan mengikuti pergerakan harga emas di pasar,” ujar Andi Mulyadi di sela kegiatan.
Andi Mulyadi menambahkan, meski sifatnya sebagai pekerjaan sampingan, keberadaan bank sampah ini terbukti efektif dalam membantu perekonomian keluarga masyarakat sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan, pedagang, hingga pengemudi ojek. Tabungan emas tersebut menjadi cadangan dana darurat keluarga yang dapat dicairkan saat kebutuhan mendesak timbul, seperti biaya pendidikan anak.
“Ini betul-betul kegiatan sosial dari orang-orang yang berjiwa sosial dan mencintai kebersihan. Harapan kami, langkah ini tidak hanya membantu ekonomi keluarga, tetapi juga efektif mengurangi volume sampah di Kota Parepare serta bisa direplikasi oleh kelurahan-kelurahan lain,” tambah Camat Ujung.
Di tempat yang sama, Ketua Pokja 1 PKK Kota Parepare, Hj. Sri Tanti Mariani Nasrah, menyampaikan rasa haru dan apresiasi setingginya atas dedikasi para relawan dan kader yang terlibat.
“Saya sangat terinspirasi melihat kerja keras para relawan di Bank Sampah Kecamatan Ujung ini. Mereka bekerja secara ikhlas dan berjiwa sosial tanpa mengandalkan insentif atau gaji rutin. Mereka mengedukasi masyarakat untuk disiplin memilah sampah organik dan anorganik dari rumah,” tutur Hj. Sri Tanti.
Ia juga menyoroti manfaat nyata dari program kerja sama dengan Pegadaian tersebut. Berdasarkan cerita salah seorang relawan, hasil konsistensi menabung sampah selama dua tahun mampu menghasilkan hingga 4 gram emas simpanan.
“Ini membuktikan tagline mereka bahwa mengumpulkan sampah bisa menghasilkan tabungan bernilai tinggi. Semoga semangat kerja ikhlas ini terus terjaga dan menginspirasi wilayah lainnya di Parepare,” pungkasnya.




















