PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Perum Bulog Kantor Cabang Parepare memastikan ketersediaan pasokan beras di wilayah operasionalnya dalam kondisi sangat aman, meskipun dampak musim kemarau mulai memicu kekhawatiran masyarakat terkait potensi penurunan hasil panen.
Wakil Pimpinan Cabang Perum Bulog Parepare, Muhammad Fajrin Ardinata, mengklarifikasi isu yang beredar mengenai kelangkaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasaran. Ia menegaskan bahwa kendala yang terjadi belakangan ini bukan terletak pada stok beras, melainkan pada ketersediaan kemasan karung SPHP.
“Memang ada sedikit kendala di kemasan karung SPHP. Animo masyarakat terhadap beras SPHP sangat tinggi pada bulan Juli dan Agustus ini, sehingga menguras stok kemasan yang kami miliki. Untuk stok berasnya sendiri, alhamdulillah sangat aman,” jelas Muhammad Fajrin Ardinata, Senin (03/08/26).
Fajrin mengungkapkan bahwa ketersediaan stok beras yang dikuasai Bulog Parepare per 3 Agustus 2026 mencapai sekitar 140.000 ton. Jumlah tersebut sangat memadai jika dibandingkan dengan alokasi kebutuhan penyaluran bantuan pangan Kota Parepare untuk periode Juni hingga September yang hanya sekitar 110 ton.
“Stok kita 140.000 ton, sementara kebutuhan penyaluran bantuan pangan sekitar 110 ton. Ketahanan stok Bulog Parepare bahkan bisa mencukupi kebutuhan hingga bertahun-tahun ke depan,” tambahnya.
Mengenai kelangkaan karung kemasan, Bulog Parepare telah mengajukan permintaan pasokan kemasan ke Pulau Jawa serta berkoordinasi dengan kantor pusat. Tingginya permintaan beras SPHP secara nasional membuat persediaan kemasan di berbagai wilayah turut terkuras.
Guna mengantisipasi keterbatasan kemasan tersebut, Bulog Parepare memberlakukan skala prioritas dalam penyaluran beras SPHP agar pasar rakyat dan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) tetap terlayani secara optimal.
“Gerakan Pangan Murah di Parepare cukup masif, bisa 3 hingga 4 kali dalam seminggu. Biasanya atas inisiasi Pemkot melalui Dinas Ketahanan Pangan, kami menyuplai sekitar 1 hingga 2 ton per titik GPM. Kami utamakan pasar rakyat dan GPM terlebih dahulu,” tutup Fajrin.




















