PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPKP) Kota Parepare berkomitmen penuh untuk memperluas jangkauan inovasi “Berdaya Srikandi”. Program yang berfokus pada pemberdayaan perempuan ini akan diintegrasikan ke seluruh Kelompok Wanita Tani (KWT) yang tersebar di Kota Parepare.
Kepala Dinas PKP Kota Parepare, Ir. Wildana, mengungkapkan bahwa sektor pertanian menjadi motor penggerak utama dalam pengembangan inovasi ini untuk fase berikutnya.
“Insya Allah, inovasi Berdaya Srikandi ini akan kita kembangkan ke sektor-sektor yang lain. Kebetulan kami membawa sektor pertanian, dan insya Allah semua KWT yang ada di Kota Parepare akan kita masukkan ke dalam program ini,” ujar Ir. Wildana saat ditemui pada Kamis (16/07/26).
Untuk memastikan keberlanjutan program, Dinas PKP telah menyiapkan strategi matang, mulai dari pendampingan intensif hingga dukungan infrastruktur. Pihaknya akan menerjunkan penyuluh pertanian serta Tim Pendamping Kelurahan (TPK) guna mengawal aktivitas para KWT di lapangan.
Selain pendampingan, pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran khusus untuk memberikan bantuan sarana dan prasarana produksi yang memadai bagi para kelompok tani wanita tersebut.
“Pengembangannya saat ini tinggal kita tingkatkan dalam bentuk pemberian alat-alat serta sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan mereka. Untuk pemasarannya, insya Allah hasilnya nanti akan disalurkan ke Pasar Tani,” tambah Wildana.
Tak berhenti di situ, Dinas PKP Parepare juga tengah mempersiapkan inovasi lain untuk didorong ke tingkat nasional. Salah satunya adalah inovasi “Prof. Tampan” yang sebelumnya sukses di tingkat kota, kini bersiap untuk diikutkan dalam ajang Innovative Government Award (IGA).
Ketika ditanya mengenai apresiasi dari capaian sebelumnya di tingkat internasional (PBB/UN), Wildana menjelaskan bahwa penghargaan sejauh ini berupa sertifikat dan piagam resmi. Namun, ia memberikan sinyal adanya lampu hijau terkait reward tambahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).
“Dari Kemenpan ada (reward), tapi saya mohon maaf belum bisa sampaikan dulu karena masih dalam tahap janji,” pungkasnya optimis.




















