PAREPARE, RADIOMESRA. COM. – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Fatima Parepare menerima kunjungan penting dari perwakilan instansi asal Jepang yang didampingi oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Macca Inspirasi Nusantara, Rabu (08/07/26). Kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan program *internship* (magang) sekaligus meninjau langsung kesiapan mahasiswa keperawatan yang dibidik untuk berangkat ke Negeri Sakura.
Direktur LPK Macca Inspirasi Nusantara, Heri Ilham, menjelaskan bahwa kerja sama antara pihaknya dengan STIKES Fatima sebenarnya sudah berjalan cukup lama dan telah berhasil memberangkatkan beberapa alumni. Kunjungan kali ini dilakukan untuk membuka peluang yang lebih luas, khususnya bagi mahasiswa yang masih aktif kuliah.
“Tujuan kami hari ini adalah membawa tamu dari Jepang untuk mengenalkan program *internship*. Kami ingin mencoba membuka peluang lain agar minat adik-adik mahasiswa di sini bisa meningkat berkali-kali lipat,” ujar Heri Ilham.
Heri menambahkan, LPK yang berbasis di Makassar ini mengelola rekrutmen tenaga kerja luar negeri untuk berbagai bidang seperti pertanian, peternakan, dan perhotelan. Namun, khusus untuk kunjungan ke STIKES Fatima kali ini, fokus utama adalah pemenuhan kebutuhan tenaga perawat (*caregiver*). Selain STIKES Fatima, LPK Macca juga menjalin kemitraan dengan sejumlah kampus besar lain di Sulawesi Selatan dan Palu, seperti Unhas, UIM, Famika, dan Batara Guru Luwu Timur.
Sementara itu, Direktur STIKES Fatima Parepare, Dr. Ns. Hendrick Sampeangin, mengungkapkan bahwa program magang satu tahun ini sangat menguntungkan mahasiswa. Program ini tidak memerlukan sertifikasi bahasa resmi (seperti N5 hingga N3) dan seluruh biaya ditanggung dengan kompensasi uang saku berkisar Rp18 juta hingga Rp20 juta per bulan.
Meski begitu, Dr. Hendrick mengakui tantangan terbesar angkatan pertama ini adalah persiapan bahasa yang sangat mendadak.
“Mahasiswa angkatan pertama ini sebenarnya belum belajar bahasa Jepang, bisa dibilang modalnya masih nol dan di bawah standar karena ini program uji coba singkat. Namun, kami tetap coba maksimalkan. Sebagai solusinya, kami memfasilitasi les bahasa online yang dimentori oleh alumni yang sudah ada di Jepang, serta memaksimalkan nilai mereka lewat praktik laboratorium,” jelas Dr. Hendrick.
Pihak mitra Jepang sendiri memberikan apresiasi tinggi terhadap karakteristik mahasiswa Indonesia. Selain dikenal ulet, jujur, dan taat aturan, sifat *caring* atau kepedulian yang tinggi dalam merawat pasien layaknya keluarga sendiri menjadi nilai plus utama bagi industri kesehatan di Jepang.
Sebagai langkah keberlanjutan, STIKES Fatima kini telah mewajibkan pembekalan bahasa Jepang sejak tingkat 1 dan 2 agar ketika program magang kembali dibuka di masa mendatang, para mahasiswa sudah benar-benar siap berkompetisi.




















