PAREPARE, RADIOMESRA.COM.- Beberapa hari terakhir, Indonesia kembali diuji banjir bandang dan longsor terjadi di beberapa wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, bukan hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menghentikan aliran kehidupan masyarakat, Rumah sakit kehilangan daya, jalur komunikasi terputus, dan ribuan keluarga berada dalam gelap.
Asisten manajer bagian umum UP3 Parepare Ali Nu’man Avif Di hubungi Tim liputan jelajah kota radio mesra Senin (08/12/25) mengatakan PLN sejak hari pertama bencana lebih dari 2600 petugas PLN dari berbagai unit bergerak tanpa menunggu instruksi panjang.
“Mereka berangkat ketika orang lain mencari perlindungan, mereka menembus lumpur, melintasi sungai, dan mendaki lereng, berselimut longsor, hal ini dilakukan bukan untuk mengejar prestasi pribadi, tetapi untuk memastikan bahwa listrik, harapan dan kehidupan dapat segera kembali. Unit induk distribusi Sulawesi Selatan Sulawesi tenggara dan Sulawesi Barat, menjadi bagian dari tim recovery kelistrikan dengan mengirimkan 20 personil khusus PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) untuk membantu percepatan proses recovery agar masyarakat terdampak bisa kembali menikmati listrik.” Kata Ali.
Lanjut Ali Kerusakan yang terjadi akibat bencana tersebut, bukanlah skala kecil, tower 150 KV yang roboh, ratusan penyulang Padam, gardu distribusi lumpuh, dan ribuan tiang harus dibangun kembali, namun tugas yang tampaknya mustahil itu menjadi mungkin karena kerja kolektif yang dilakukan, dengan keberanian, disiplin dan koordinasi lintas fungsi tim pembangkitan transmisi sistem distribusi, hingga subkordinat anak perusahaan bergerak dalam satu komando pemerintah TNI-polri BPBD dan masyarakat turut bergandengan tangan saling mensuport inilah bentuk terbaik dari kolaboration in crisis yang membuat kita yakin tidak pernah bekerja sendirian.
“Hari ini hasilnya kian terlihat, wilayah yang tadinya gelap, perlahan kembali bercahaya, Rumah sakit kembali beroperasi, sekolah bersiap kembali dibuka, dan masyarakat mulai merasakan tanda-tanda pemulihan. namun kita tahu, dan kita semua tahu pekerjaan ini belum selesai masih ada titik-titik yang menunggu diselamatkan, masih ada tiang yang harus ditegakkan, masih ada saudara-saudara kita yang bergantung pada upaya terakhir rekan-rekan di lapangan.” Ungkap Ali.




















