PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Parepare HM. Makmur Husein Lewat program Obras Senin (20/10/25) mengatakan terkait dengan saran untuk di merger atau disatukan sekolah sekolah yang satu kompleks, sampai saat ini regulasi belum ada untuk menutup satu sekolah. Maka salah satu syaratnya yang memungkin untuk di pakai adalah sekolah tersebut dalam penerimaan siswa baru, 2 tahun berturut-turut tidak mampu menerima atau peminatnya kurang dari 5.
“Sementara, sekolah-sekolah yang kami sebutkan tadi itu, tidak memenuhi itu, sehingga, upaya untuk menyatukan atau merger sekolah ini, belum ada regulasi yang bisa kami dasari untuk bisa menyatukan atau di merger sekolah tersebut. Tentu jika kami mendapatkan regulasi atau dasar hukum, tentu akan kami penuhi, atau Kami coba ini karena, sebenarnya sudah lama, dan sudah banyak yang sarankan itu sekolah-sekolah yang satu kompleks itu disatukan dengan berbagai pertimbangan, salah satunya itu adalah efisiensi, sehingga kepala sekolahnya tinggal satu.” Ucap Makmur.
Lanjut H . Makmur, kemudian pengelolaannya, tidak lagi ada persaingan di dalam satu kompleks, satu regulasi bisa mereka pakai untuk semua. Yang di lakukan saat ini adalah, kepala sekolah yang berada di sekolah kompleks, sebelum mengeluarkan satu keputusan, atau kegiatan itu, hendaknya selalu berdiskusi, atau bermusyawarah dengan kepala sekolah yang ada di kompleksnya, sehingga langkah-langkah yang diambil, atau kegiatan-kegiatan yang diambil, itu menyerupai, begitu juga kalau ada program baru yang mau diadakan, maka dinas minta supaya kepala sekolah berkomunikasi dengan kepala sekolah lainnya.
“Memberi kesempatan sekolah lainnya untuk mengikuti atau menyempurnakan program yang ada, sehingga sama-sama bentuknya dia jalankan. Terkendala di regulasi, bahkan dewan pendidikan sudah menggagasi itu dari beberapa tahun yang lalu, hanya saja memang itu tadi regulasi yang kami punyai, untuk menutup satu sekolah, karenakan itu ditutup di dulu baru dipindahkan semua siswanya, baru dipindahkan semua gurunya.” Jelas Makmur.




















