PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Melihat Kondisi Keuangan Daerah yang tidak baik baik saja untuk saat ini, Ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir lewat program Obras beberapa waktu lalu mengatakan kalau kecenderungan orang terlalu banyak berharap ke pemerintah agak sulit, kondisi keuangan daerah juga ini tidak menggembirakan, kalau itu mau di subsidi habis uang daerah.
“Saya sampaikan untuk P3K paruh waktu yang sekarang ini melengkapi berkas 1020 orang, itu kita harus menyiapkan tambahan kurang lebih 16 miliar dalam satu tahun. Ini P3K saja akan menyerap 46 miliar ditambah 16 miliar kurang lebih 62 miliar hanya untuk P3K dan P3K paruh waktu. Kalau ini terjadi, tahun depan DAU kita dipotong 200 miliar lebih, maka APBD kita sisa 700, belanja pegawai kita di angka 47%, artinya hampir setengah APBD kita itu diserap oleh gaji, kurang lebih kalau 700 miliar. Gaji kurang lebih 325 miliar sisa 375 dipakai pemerintah belum lagi biaya rutin kantor dan sebagainya.” kata H. Kaharuddin
Menurut H. Kaharuddin, memang idenya untuk subsidi tranportasi bagus, tapi kondisinya tidak memungkinkan, memang kecenderungan untuk mengharap terlalu besar kepada pemerintah itu yang tidak tepat untuk saat ini. Karena kalau semua lari ke subsidi, yang disubsidi pemerintah sekarang BPJS kesehatan, BPJS ketenagakerjaan, asuransi pertanian, dan seterusnya ini sangat memberatkan APBD.
“Kalau saya, jangan semua ide itu di gantungan ke pemerintah. Masyarakat berinisiatif sendiri. Sedikit sedikit pemerintah, DPR, walaupun DPR itu representasi perwakilan masyarakat, tapi 25 anggota DPR tidak cukup untuk mengurusi persoalan masyarakat Parepare, kalau semua di tumpukan ke DPR, pemerintah, cobalah masyarakat berinisiatif sendiri. Ini contoh persoalan angkutan kota, kalau pemerintah bisa mempermudah perizinan, itu sudah luar biasa, sangat membantu, sehingga masyarakat yang menyiapkan modalnya, diberikan izin trayek gratiskan, tapi kalau pemerintah yang membayarkan itu berat sekali.” Jelas H. Kaharuddin.




















