PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Parepare terus mengintensifkan pengawasan terhadap Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) melalui uji petik yang menyasar 22 kelurahan di seluruh wilayah Kota Parepare, periode Juli hingga September 2025.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Kota Parepare, Susilawati, yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH). Ia turut didampingi oleh beberapa staf divisi HPPH. Senin (15/09/25).
“Hari ini, kita melaksanakan uji petik di dua kelurahan, yaitu kelurahan lapadde dan juga kelurahan lakessi. Tentu saja, uji petik ini tidak laksanakan dengan tujuan, untuk mengetahui dan juga menginventarisir nama-nama warga ataupun pemilih yang telah meninggal dunia. yang selanjutnya akan dilakukan penyandingan data dengan data pemilih berkelanjutan yang telah di yang terus dimutakhirkan di KPU untuk memastikan pemilih yang telah meninggal dunia ini tidak tercatat lagi dalam data pemilih berkelanjutan.” Kata Susilawati Saat di hubungi Tim liputan jelajah kota radio mesra Senin (15/09/25).
Lanjut Susilawati, Hal tersebut sebagai salah satu langkah untuk memastikan akurasi data yang menjadi kunci dalam hal menjaga kualitas demokrasi, sehingga dalam hal ini Bawaslu kota Parepare mengajak seluruh masyarakat, untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kualitas data pemilih jika ada perubahan status pada pemilih, baik baru, pindah domisili, atau meninggal.
“Jika ada pemilih yang diketahui telah meninggal dunia, atau pindah keluar dari wilayah kota Parepare, demikian juga jika ada warga dari luar Parepare yang pindah masuk ke wilayah kota Parepare, demikian juga jika diketahui ada warga yang menjadi anggota TNI, ataupun polri, begitu pula juga dengan sebaliknya, jika diketahui ada anggota TNI ataupun anggota polri yang telah pensiun, agar kiranya segera dilaporkan kepada Bawaslu pada Parepare, agar kami dapat menindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan KPU.” Jelas Susilawati
Selain melakukan validasi data pemilih secara langsung di kantor Kelurahan, Bawaslu Parepare juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang ingin melaporkan jika menemukan adanya pemilih yang tidak sesuai.
Susilawati menegaskan uji petik pengawasan DPB ini akan terus dilakukan hingga menjelang hari pemilihan umum 2029 mendatang. Bawaslu berharap, dengan adanya pengawasan yang intensif, kualitas data pemilih di Kota Parepare semakin baik dan akurat.
Bawaslu Parepare berkomitmen menjaga validitas DPB dengan melibatkan masyarakat dalam memberikan masukan terhadap data pemilih, sehingga daftar pemilih yang digunakan dalam pemilu benar-benar mencerminkan kondisi riil warga.




















