PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Pemerintah Kota Parepare, DPRD dan Forkopimda kompak sampaikan imbauan penolakan aksi unjuk rasa atau demo secara anarkis, Ahad (31/08/25). Imbauan tersebut disampaikan melalui platform media sosial resmi Pemerintahan Kota, Walikota hingga DPRD Kota Parepare dan telah disaksikan ribuan warganet.
“Kami bersama dengan wakil walikota, Ketua DPR, Forkopimda, Hadir juga Ketua FKUB, FKDD, dan pemuka agama, tokoh masyarakat, mengimbau kepada masyarakat Kota Parepare untuk tetap menjaga kondisi aman, terkendali dan kondusif,” kata Wali Kota Parepare Tasming Hamid, dalam imbauannya.
Senada dengan Tasming Hamid, Ketua DPRD Kota Parepare Ir H. Kaharuddin Kadir, juga menyampaikan hal serupa terkait imbauan penolakan aksi unjuk rasa anarkis.
“Kesempatan ini saya ingin mengajak seluruh elemen masyarakat Parepare, kepada adik-adik mahasiswa, para organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, akademisi dan seluruh lapisan masyarakat Parepare tanpa terkecuali, Mari kita secara bersama-sama untuk tetap kompak, bersatu, demi menjaga Kota Parepare agar tetap aman, damai dan tidak anarkis,” ujar Kaharuddin Kadir.
Beredarnya imbauan pemimpin dari berbagai daerah terkait penolakan demo anarkis, diduga karena viralnya aksi unjuk rasa yang menutut keadilan dan penolakan tunjangan tinggi untuk DPR, yang dilakukan mahasiswa dan masyarakat dari berbagai wilayah.
Seperti aksi unjuk rasa di Jakarta, Bandung, Medan, Tasikmalaya, Semarang dan Kota Makassar. Ramai video amatir netizen menampilkan kekecewaan dan kemarahan mahasiswa dengan membakar gedung DPRD, hingga menghancurkan sejumlah fasilitas umum lainnya.(*)




















