PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua DPRD kota Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir lewat program Obras beberapa waktu lalu, mengatakan ada yang curiga pembentukan Satgas kelurahan dipakaiĀ kampanye artinya wajar karena indikasinya ada.
“Karena ada yang curiga dipakai kampanye. Artinya wajar, karena indikasinya ada. Kalau saya melihat, kasih saja RT/RW diberinya untuk itu. Jadi kalau harus ditambah orangnya, personilnya, dalam rangka hanya penyaluran bantuan itu tidak efektif. Karena itu saya anggap pekerjaan RT RW tidak masuk akal, orang yang sifatnya sementara, gajinya melebihi RT/RW yang kerja 1 tahun, setahun RT/RW cuman diberi 300 sampai 350 ini 750.” Kata H. Kaharuddin.
Lanjut H. Kaharuddin Kadir,Ā yang kedua RT RW keberadaannya didukung undang-undang ada permendagrinya, ada juga perwali nya, ini juga ribut-ribut dibawa katanya pemilihan. RT RW penunjukan, RT RW itu bukan perwali yang baru ini itu pemilihan pak lurah jangan sampai mengintervensi orang atau menunjuk orang atau mengkondisikan untuk orang tertentu.
“Biarkan masyarakat berdemokrasi secara wajar. Jadi menurut saya, RT/RW yang kembali dimaksimalkan, apalagi visi misi walikota mau menaikkan kesejahteraan atau insentif RT RW, tapi kalau begini, bukan RT/RW yang dinaikkan gajinya, tapi justru tim ini membebani APBD kita. Kita bicarakan di APBD perubahan, Kami hanya ingin menjalankan pungsi kami sebagai pungsi pengawasan, sekaligus ingin memberi pertimbangan ke walikota, bahwa untuk pembentukan satgas ini ditunda dulu.” Terang H. Kaharuddin.




















