PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua DPRD Parepare Ir. H. Kaharuddin Kadir, Wakil Ketua Yusuf Layanan, Ketua Komisi I Dr. H. Kamaluddin Kadir, Anggota Komisi IĀ Ahmad Ariadi melakukanĀ Sidak di bulog Parepare dan ditemui langsung Oleh Pimpinan Cabang Bulog parpare, Rabu (09/07/25). Di konfirmasi melalui program Obras Kamis (10/07/25) Ketua DPRD kota Parepare mengatakan kunjungan Ke Bulog tersebut untuk mengecek stok beras.
“DPRD sudah turun langsung ke Bulog untuk mengecek stok beras, kita ketemu langsung kepala Bulog parepare. Kita juga heran ini, kenapa Bulog tidak segera melakukan operasi pasar. Dari penjelasan itu, Bulog hanya operator, tidak boleh melakukan tanpa perintah, regulatornya itu yang memerintahkan itu diantaranya BapanasĀ (Badan Pangan Nasional) kalau sudah ada surat dari Bapanas, Dolog Baru melakukan penyaluran beras. Itu kemarin suratnya sudah ada, direncanakan hari ini (Kamis 10/07/25 red) sudah mulai disalurkan beras.” Kata H. Kaharuddin.
Lanjut H. Kaharuddin Kadir, Jumlah beras yang mau disalurkan untuk 40 pengecer di parepare, 2 ton pengencer, perhari.Ā Berarti ada 80 ton perhari dengan perkiraan jumlah kebutuhan masyarakat Parepare perhari cuma 20 ton, sedangkan Bulog rencananya akan menyalurkan 80 ton perhari, tanpa hari libur tetap disalurkan dengan ketentuan harga tidak boleh melebihi ketentuan
“Kemarin kepala Bulog harga maksimal di lapangan itu Rp. 12.500, dan kalau memungkinkan cuma Rp. 12.000 perkilo. Memang ketentuan harganya begitu, jenis berasnya ini medium, kalau rastra premium, kalau medium itu brokemnya maksimal 20%. Jadi sebenarnya stok di Parepare itu di gudang kita ada 105.000 ton, cuma memang tidak bisa disalurkan tanpa perintah dari Bapanas. Perintahnya kemarin sudah ada dalam bentuk surat, ini hari sisa teknik pelaksanaan dengan ketentuan semua pengecer yang terdaftar tidak boleh menspekulasi ini beras, dijual diatas harga dasar, atau dibawa ke tempat lain, itu tidak boleh atau cuma sebagian dijual sebagian ditimbun itu tidak boleh.” Ungkap H. Kaharuddin.
Politisi Golkar ini juga memastikan keterlibatan Aparat Penegak Hukum (APH) kalau ada pengecer kedapatan itu langsung di blacklist, dicoret dan ditindaki oleh APH.
“Kalau beras bulog ini keluar cuma harganya maksimal 12,5 perkilo dasar yang dibelikan pengecer itu dari Bulog itu Rp. 11.000. Bulog akan turun mengawasi makanya akan dilibatkan APH kepolisian dan lain sebagainya, untuk memantau. Yang jelas, nanti nama-nama 40 pengecer ini itu akan ditransparankan oleh Bulog, kalau diantara 40 pengecer ini ada menjual diatas harga dasar, harga yang ditentukan Bulog itu bisa dilaporkan.” Tambah H. Kaharuddin.




















