PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Anggota DPRD kota Parepare dari dapil Soreang yang juga ketua DPC PKB Parepare menggelar reses tahun ke 2 Jumat (23/05/25). Di hubungi Tim liputan jelajah kota radio mesra Andi Fudail mengatakan Dari 3 sesi mulai dari gedung delima sari, lanjut ke jompie 2 kali dirinya menerima aspirasi dari masyarakat.
“Saya menggunakan lembaran kertas aspirasi, sehingga tercatat, kurang lebih 300-an aspirasi masuk. Dan kertas aspirasi itu, mengharapkan, menginginkan dari berbagai macam keinginan masyarakat, mulai dari bantuan pertukangan, peralatan bengkel, etalase. Dan pokonya aktif jadi kita menggunakan kertas aspirasi itu sudah berapa tahun kami lakukan, itu bisa tersalurkan semua keinginan masyarakat yang hadir pada reses itu. Dan juga dalam proses itu, ada beberapa orang yang langsung menyampaikan aspirasinya, dan ini sangat jelas bahwa aspirasi yang disampaikan itu terutama adalah beberapa UMKM yang kena dampak dari pembersihan area trotoar.”Kata Andi Fudail.
Legislatif penyuka touring ini lanjut mengatakan, beberapa yang hadir itu pelaku UMKM. Dan menjual di atas trotoar, namun mereka mengharapkan sebelum pembersihan itu, ada tempat yang ditunjuk oleh pemerintah, atau lokasi untuk di tempati dan kalau mereka tidak melakukan aktivitas, tidak menjual, alasan mereka itu pertama secara ekonomi pendapatan berkurang, mereka harus membayar cicilan Bank.
“Harapan Kita semua, adalah agar supaya, pelaku UMKM yang menjual di atas trotoar dan dibersihkan, agar supaya mereka mendapatkan tempat, bisa lanjut melaksanakan kegiatan mereka berjualan. Terus kedua juga persoalan keadilan, dalam hal melakukan event. Menurut mereka, bisakah jangan di lapangan Andi Makkasau terus, tapi anjungan cempae misalnya. Dan harapan kami bisa juga ikut dalam even itu, tapi yang kami didengar itu terlalu mahal.” Terangnya
Andi Fudail berharap kedepannya pemerintah harus mengatur nilai berapa yang harus mereka bayar, sesuai dengan kemampuan, agar supaya mereka juga bisa ikut dalam event tersebut, karena yang terjadi selama ini kemampuan mereka tidak mampu membayar sehingga tidak ikut serta dalam event tersebut.
“Dan keluhan masyarakat mengenai pengurusan NIB, ada pelaku usaha, yang merasa risih disekelilingnya, di sampaikan dia mengajukan NIB itu sangat mudah. Misalnya disampaikan izin untuk usaha mesin/menjahit, padahal dia itu bukan usaha itu, tapi dengan mudahnya mendapatkan NIB itu. Harapan yang disampaikan adalah, supaya pemerintah untuk mengeluarkan NIB itu harus selektif, disurvei, apakah betul dia melakukan kegiatan yang diinginkan, dengan permohonan untuk mendapatkan NIB.” Harap Andi Fudail




















