PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wakil ketua Komisi II DPRD kota Parepare Sappe mendampingi ketua DPRD Ir. H. Kaharuddin Kadir dan ketua Komisi I Dr. Kamaluddin Kadir menerima aspirasi dari Forum masyarakat muslim yang ada di kecamatan Watang Soreang kota Parepare ini terkait dengan kasus kejadian pendirian sekolah Kristen Gamaliel, Jumat.(09/05/25).
“Di mana masyarakat yang ada di sekitar sana itu 100% penduduknya adalah muslim, ini menolak adanya bangunan sekolah, dan akan beroperasi di sana. Ini demo yang dilakukan. Saya sebagai anggota DPRD baru sudah dua kali menerima demo ini, aspirasi Mereka Kami tanggapi, bahwa kami anggota DPR ini sebenarnya tidak memiliki hak eksekusi, tapi kami sudah melakukan dan mediasi melalui pimpinan, agar segala perizinan yang ada di sana boleh ditinjau ulang.” kata Sappe
Lanjut Sappe, Tuntutan warga yang di sana yang pertama itu menolak adanya sekolah Kristen Gamaliel di sana, kemudian meminta kepada pimpinan agar memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk mencabut izin PBG yang diakomodir atau yang dianulir itu.
“Bahwa lahirnya PBG ini, ada dokumen lampiran yang dianggap palsu. Ada dokumen lampiran di mana masyarakat bertanda tangan bukan sosialisasi tentang pendirian sekolah tersebut, tetapi sosialisasi isu gender, dalam hal keikutsertaan perempuan kuota 30% untuk ikut pemilu. Tapi dibarengi dengan foto bersama dengan banner ada sekolah Kristen gemlaiel, sehingga tergambar bahwa ini merupakan sosialisasi dengan masyarakat setempat yang akan dibangun sekolah Kristen di sana.” Jelas Sappe.




















