PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Perayaan Salat Idulfitri 1 Syawal 1446 H di Kota Parepare dipusatkan di lapangan Andi Makkasau, lokasi ikonik bagi warga. Kehadiran Ustadz DR H. Mustaqim Pabbajah, S.Fil, MA, sebagai khatib, menjadi salah satu daya tarik utama dalam perayaan tahun ini. Dalam kutbahnya, Mustamin mengajak masyarakat Parepare menghayati kembali makna kemitraan baik sebagai hamba Allah maupun sebagai khalifah.
“Idul Fitri Dimana kembali kepada kesucian rohani, atau kembali kepada kejadian manusia yang suci, atau kembali kepada agama yang benar. Sesungguhnya mengisyaratkan bahwa setiap orang merayakan idul Fitri, berarti dia merayakan kesucian rohaninya. Di sinilah sesungguhnya letak keagungan kebesaran Allah SWT. Dengan hadirnya idul Fitri ini, dimana hamba Allah merayakan keberhasilan, mengembalikan kesucian diri dari segala dosa dan khilaf. Melalui pelaksanaan amal saleh, dan ibadah puasa Ramadan 30 hari lamanya. Sebagaimana disabdakan Rasulullah siapa yang berpuasa di bulan Ramadan atas dasar iman, dan dilaksanakan dengan benar, maka insya Allah dia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lewat, namun patut diingat, bahwa dosa dan kehilafan antar umat manusia dia baru terampuni apabila mereka saling memaafkan.” Ungkap Mustaqim.
Lanjut Mustaqim, Allah tidak memaafkan dosa sesama manusia, tetapi dosa sesama manusia itu ada hubungannya dengan manusia, tidak ada hubungannya dengan Allah. Oleh karena itu dengan momentum idul Fitri dirinya mengajak untuk saling memaafkan.
“Mari kita jadikan momentum idul Fitri ini, hari yang suci ini, untuk saling meminta, dan memberi maaf atas segala kesalahan antar sesama. Kita buang perasaan dendam, Kita buang rasa benci, sirnakan keangkuhan, kita ganti dengan pintu maaf, kita boleh berbeda, kita boleh bersilang pendapat, tapi tentunya maaf jauh lebih penting daripada segalanya. Hal Ini merupakan perintah Allah SWT dalam Alquran. Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf serta berpalinglah dari daripada jalan yang buruk. Allah juga memerintahkan kita untuk saling memaafkan, bersegeralah engkau dengan ampunan dari tuhanmu dan pada surga luas seluas-luasnya seluas langit Dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” Tambah Mustakim.
Mustaqim Pabbajah, cucu pendiri Darud Da’wah wal Irsyad (DDI) K.H. Muhammad Abduh Pabbaja, memiliki rekam jejak luar biasa di dunia akademik dan keagamaan. Ia saat ini menjabat sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi ternama di Universitas Teknologi Yogyakarta Selain itu, ia menjabat sebagai Direktur For Research IA Scholar Yogyakarta, sebuah lembaga penelitian terkemuka.
Perjalanan pendidikannya meliputi pengalaman belajar di University of California, Berkeley, Amerika Serikat, serta meraih gelar S3 di Center for Religious and Cross-Cultural Studies (CRCS), Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Selain itu, beliau pernah menjadi Visiting Researcher di University of California, Berkeley, dan University of Hawaii, Amerika Serikat.
Mustaqim juga merupakan alumni Universitas Islam Negeri Makassar untuk gelar sarjana (S1) dan Universitas Gadjah Mada untuk program magister (S2). Kini, ia tengah bersiap meraih gelar Profesor. (*)




















