PAREPARE — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Parepare memimpin rapat koordinasi terkait Asuransi Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan Kota Parepare 2025.
Rapat dipimpin oleh Kepala Bappeda Parepare Zulkarnaen Nasrun, didampingi Kepala Bidang Perencanaan SDM dan Sosbud Bappeda Syarifullah, diikuti oleh Kepala Bidang Dinas Tenaga Kerja Parepare, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Parepare, serta para SKPD dan stakeholder terkait di ruang rapat Bappeda, Jumat, 28 Februari 2025.
Kepala Bappeda Zulkarnaen dalam rapat mengungkapkan, Visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare, Tasming Hamid-Hermanto adalah menjadikan Parepare Kota Terbaik Sejahtera dan Maju.
Visi itu secara operasional telah dijabarkan dalam 18 program unggulan yang salah satunya adalah program gratis BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
“Dari 18 program unggulan ini beberapa di antaranya akan diimplementasikan tahun 2025 termasuk Asuransi Pekerja Rentan. Program Asuransi bagi Pekerja Rentan telah dimulai sejak 2024 dengan jumlah peserta sekitar 783 orang. Dan untuk tahun 2025 rencananya jumlah peserta akan ditingkatkan,” ungkap Zulkarnaen.
Dinas Tenaga Kerja Parepare bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan telah melakukan verifikasi terhadap data kemiskinan ekstrem 2024 yakni sebanyak 793 orang, dan ditemukan hanya sekitar 495 orang yang memenuhi syarat untuk diasuransikan. Jumlah ini masih jauh dari target yang direncanakan.
“Karena itu rapat koordinasi ini penting untuk mendiskusikan alternatif-alternatif lain untuk memenuhi target kepesertaan Asuransi Ketenagakerjaan 2025. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah melakukan verifikasi dan validasi terhadap data P3KE 2024 yang dikeluarkan oleh Kemenko PMK,” kata Zulkarnaen.
Zulkarnaen berharap, verifikasi dan validasi ini dapat terlaksana dengan baik jika ada kerja sama kolaborasi antara Bappeda, Disnaker, BPJS Ketenagakerjaan, dan terutama para Lurah.




















