PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Direktur Perusahaan Air Minum (PAM) Tirta Karajae Kota Parepare, Andi Firdaus Djollong turun langsung memantau kondisi sumber air di bendungan Salo Karajae. Kamis (02/02/23). Kunjungan Itu dilakukan untuk memastikan seluruh sistem seperti mesin pompa, dan sarana penunjang suplay air tidak terjadi kerusakan parah.
“Sejak tadi malam kondisi hujan, sebelum maghrib ada informasi banjir sudah mulai naik sampai.., Ada dua jalur air sehingga banjir pertama dari atas sehingga nanti saya mengusulkan ke pemerintah atau ke balai bahwa kalau pekerjaan ini mestinya di kerja yang itu juga supaya air dari pegunungan ada salurannya sehingga tidak menyebar ke mana-mana.” Kata Firdaus.
Mantan pimpinan DPRD kota Parepare ini Lanjut menjelaskan, kalau tanggal 18 November lalu, pintu air masih kokoh pada posisi semula. Pada posisi semalam pintu air roboh juga bendungan sebelah tersisa seperduanya saja yang kalau kemarin masih ada 75% yang tinggal sekarang sisa 50% bendungan yang tinggal.
“Kondisi sementara bendungan yang kita buat 2 bulan terakhir ini kami kerja bronjong yang diikat dengan besi itu juga tergerus sekitar 50%. Tapi masih bisa menahan ketinggian air, di pipa iptek. Persoalannya kenapa kami off kan karena endapan lumpur dari bawah cukup banyak. Takutnya kalau pompa iptek itu bergerak dan tertarik merakit penghisap lumpur. Mudah-mudahan ini bisa teratasi lumpurnya. Itu PR pertama, ternyata dengan adanya hujan kemarin ada tiga jembatan pelintas yang terputus, ini bagian dari distribusi IPA 1 dan 2, 40 liter per detik semuanya jadi 80 liter per detik, ini sementara di kerja di Lapadde, bambu runcing dan Jawi jawi ini sementara kita perbaiki cuma menunggu karena peralatannya dari Makassar mudah mudahan segera tiba karena bersamaan pengerjaannya” Jelas Firdaus.
Andi Firdaus juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan PAM Tirta Karajae Parepare yang terdampak daripada kondisi distribusi air terganggu.




















