PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe berkomitmen menghadirkan wisata kuliner religi sebagai bentuk upaya menggenjot pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kawasan Masjid Terapung BJ Habibie.
Kepala Dinas Tenaga kerja Koperasi dan UMKM Basuki Busrah saat di hubungi tim liputan jelajah kota Ahad (15/01/23) mengatakan untuk terus mendukung pertumbuhan dan perkembangan UMKM, walikota telah menghadirkan 8 unit kontainer ukuran 20 feet 4 unit untuk kontainer butik.
“Terkait pelataran masjid terapung, bawa saat ini melalui visi bapak walikota untuk terus mendukung pertumbuhan dan perkembangan UMKM, beliau telah menghadirkan 8 unit kontainer ukuran 20 feet, 4 unit untuk kontainer butik, di mana UMKM bisa berjualan di sana. Pakaian pakaian muslim mungkin, atau jualan-jualan tasbih atau jualan-jualan perlengkapan ibadah lainnya yang bersinergi dengan masjid terapung. Di sebelahnya ada 4 unit cafe container, yang saya yakin di bulan Ramadan ke depan ini sangat mendukung. Di sana kita bisa buka puasa bersama di sana sambil melihat sunset. di sebelahnya juga ada fasilitas olahraga voli pantai.” Kata Basuki.
Lanjut mantan Kabag ekonomi setdako ini, hal tersebut sangat bersinergi dengan visi walikota untuk menjadikan kota Parepare sebagai kota terdepan di Sulawesi Selatan.
“Disana ada 8 unit kontainer. Ada 4 unit itu untuk butik tadi kemudian tempat unitnya untuk cafe kontainer yang bisa dipakai untuk berjualan makanan minuman atau kuliner lainnya bahkan kalau bisa lebih spesifik nanti mungkin ada yang khas khas timur tengah.” Ungkap Basuki
Basuki menguraikan pengadaan kontainer itu dianggarkan sebesar Rp 542.060.000. Anggaran itu terdiri dari pengadaan 4 kafe kontainer sebesar Rp 249.507.560,90, dan 4 butik kontainer sebesar Rp 248.839.052,90. Dirinya menegaskan pengadaan kontainer itu dilakukan secara transparan dan sesuai prosedur. Basuki menyebut sesuai RAB, pengadaan kontainer itu memang bekas.
Diketahui, Pemkot melalui Dinas PUPR mengucurkan anggaran sekira Rp7 miliar untuk pembangunan kawasan kuliner religius. Sementara pengadaan Kontainer yang dikelola Disnaker itu menyerap anggaran Rp 540 juta lebih.




















