PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Direktur PDAM Kota Parepare Andi Firdaus Djollong mengungkapkan terkait banyaknya gangguan distribusi gangguan Air kepada pelanggan. Hal tersebut dikatakan Andi Firdaus karena curah hujan sangat tinggi terutama di wilayah sungai tempat mengambil air sehingga di off kannya pompa.
“Gangguan Distribusi yang terjadi berapa hari ini itu disebabkan karena curah hujan sangat tinggi terutama di wilayah sungai tempat kami mengambil air sehingga kami mengoff kan pompa untuk memproduksi air sehingga kendala distribusi air pada masyarakat kami mohon maaf.” Kata Firdaus
Lanjut mantan wakil ketua DPRD kota Parepare ini, sebenarnya juga PDAM rugi. 5 sumber yang ada dikarajae di5 instalasi pengolahan air ini semua off berarti ada sekitar 10.000 pelanggan selama 5 hari tidak memakai air itu juga PDAM mengalami kerugian yang besar.
“Karena kami tidak menjual air ke pelanggan. Sehingga ini mesti kita atasi caranya mengatasi kami memanggil ahlinya untuk melakukan pelatihan. Yang kedua terjadi kerusakan jaringan listrik PLN diakibatkan pohon tumbang didaerah Ladoma sehingga tidak ada ada aliran listrik masuk sehingga pompanya off. itu 2hari itulah yang membuat kendala dilapangan sehingga distribusi air terganggu.” Jelas Firdaus.
Tambah Andi Firdaus, ada yang mengatakan bahwa katanya musim kemarau dan musim hujan sama-sama aja susah air. Bukan karena susah air Parepare ini sangat surplus air cuma memang karena ada kendala-kendala tekhnis dilapangan sehingga memang kadang offkan pompa yang ada pemeritah kota setelah mengaktifkan 15 sumur dalam ini sangat luar biasa.
“Kalau kejadian kemarin sekiranya tidak ada sumur dalam diperbantukan Pemda melalui dana penyertaan modal, Saya kira seluruh parepare tidak teraliri. karena adanya sumur dalam ini parepare kota bawah itu tidak ada masalah yang terganggu airnya itu wilayah kota atas yang menggunakan instalasi pengolahan air kaRajae. Yang kami lakukan kemarin mengaktifkan mobil tangki setiap masyarakat yang terkendala distribusi airnya, kami minta siapkan tandon dan mobil kami datang mengisi untuk di manfaatkan. yang kedua adalah mengalihkan saluran dari sumur dalam itu kewilayah sebagian kota atas.” Terang Firdaus.




















