PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Wali kota Parepare Dr. HM., Taufan Pawe SH., MH., Merasa bersyukur atas segala capaian yang telah di hasilksn selama 8 tahun memerintah di kota parepare. Hal tersebut di katakannya saat memberi sambutan pada saat selesai berzikir bersama di balai hanibie rujab wali kota senin (08/11/21).
“saya mencoba mengemas acara refleksi 8 tahun pemerintahan saya 3 tahun bersama bapak pangeran itu tidak lain dan tak bukan ada suatu nilai kesyukuran yang harus kita berpegang teguh kepada tali agama. Karena tidak mungkin ada nilai kesyukuran kalau kita tidak berpegang teguh kepada tali agama. Tanggal 31 Oktober 2013 itu adalah merupakan pertama kita berzikir di Barugae. Pada waktu itu awalnya kita selalu rutin dzikir setiap malam jumat di Baruga rumah jabatan tetapi ada kesadaran apa salahnya mendekatkan diri kepada masyarakat. Kita pasang mata, telinga kita, dalam satu forum majelis dzikir untuk sekaligus kita mendengarkan keluh kesah masyarakat di tempatki kita berzikir. Alhamdulillah lebih 3 bulan kami dzikir secara internal kita keluar kita gilir di 22 kelurahan itu berlangsung rutin sampai sekarang l. ” Kata Wali kota Priode ini.
Lanjut ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini, hanya saja tahun tahun kemarin puncak dari pandemi tentu harus taat protokol. Alhamdulillah sekarang aktif lagi zikir ini setiap hari kamis malam ini. berbicara refleksi rekam jejak semua berkaitan kerja-kerja keagamaan.
“Saya bisa mengatakan dalam periode saya ini mungkin baru pertama kali di kota Parepare ini wali kota peduli terkait nasib religius para imam masjid. Tidak sembarang kita menaikkan karena kalau ada penganggaran ada pembayaran keluar tidak punya legal standing yang kuat maka kita akan kembalikan uangnya. Imam masjid kita coba seleksi yaitu imam masjid yang belum pernah menginjakkan kaki di masjid haram. Itu juga hikmah dibalik konsep teori persyaratan itu sehingga melahirkan teori telapak kaki saya pikir kalau saya naikkan sekian banyak imam masjid luar biasa telapak kaki di baitullah. Itu yang terinspirasi saya ingin kota Parepare ini yang tidak punya SDA yang berarti yang bisa diandalkan tapi kita kota jasa dan kota niaga” tambahnya.




















