PAREPARE, RADIOMESRA. COM β Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Parepare menyuarakan keprihatinannya terkait minimnya alokasi anggaran yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare untuk ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Anggaran yang dialokasikan tercatat hanya sebesar Rp950 juta untuk operasional umum, serta Rp1 miliar jika digabungkan dengan kebutuhan Paralimpik.
Ketua KONI Parepare, Fadly Agus Mante, mengungkapkan bahwa keterbatasan dana tersebut berdampak signifikan terhadap pembiayaan kontingen. Selain tidak lagi mengakomodir kebutuhan official, manajer, hingga pengurus cabang olahraga (cabor), anggaran tersebut juga memicu defisit operasional dan transportasi bagi para atlet.
“Dari 36 cabor yang lolos, sekitar 34 cabor dipastikan berangkat. Namun, alokasi armada transportasi yang disiapkan hanya 24 kendaraan. Ini berarti kita mengalami defisit sekitar 10 kendaraan. Belum lagi kebutuhan BBM dan operasional dari penginapan ke lokasi pertandingan yang perlu diperjelas oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga,” ujar Fadly saat ditemui Kamis (01/10/26).
Dampak dari minimnya alokasi dana ini bahkan memicu reaksi dari sejumlah cabor. Cabang olahraga Wushu, misalnya, telah menyatakan sikap tidak akan mengikuti Porprov jika skema anggaran tidak diubah. Padahal, Wushu merupakan salah satu cabor unggulan yang berhasil meraih predikat Juara 2 Umum dengan menyumbang 4 medali emas dan 3 perak pada Pra-Porprov lalu.
KONI Parepare menegaskan posisi mereka yang hanya bisa mengusulkan tanpa memiliki kewenangan mengeksekusi anggaran. Meski demikian, Fadly meminta agar hak-hak dasar atlet tidak dikorbankan demi efisiensi.
“Kami terus mendorong agar hak atlet tidak dikorbankan. Kalaupun ada hak atlet yang terpaksa dikorbankan, saya merekomendasikan sebaiknya cabor tersebut tidak usah ikut Porprov ketimbang berdampak buruk bagi atlet,” tegas Fadly.
Akibat pemangkasan dan tiadanya alokasi untuk Training Center (TC) pemanasan, KONI Parepare terpaksa merevisi target awal yang sebelumnya membidik posisi tiga besar. KONI kini memilih realistis dan fokus memberikan penampilan terbaik sesuai dengan ketersediaan dana yang ada. Sementara terkait bonus atlet, Pemkot melalui Asisten III dilaporkan baru akan menganggarkannya pada APBD Perubahan tahun depan yang disesuaikan dengan perolehan medali.




















