PAREPARE, RADIOMESRA. COM β Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Parepare memberikan penjelasan mendalam terkait mekanisme penentuan desil kesejahteraan masyarakat. Kepala BPS Kota Parepare, Dian Ernawaty, SST., M.A.P, menegaskan bahwa penentuan posisi desil seseorang tidak ditentukan oleh kriteria tunggal seperti tingkat penghasilan atau gaji.
Hal tersebut disampaikan Dian Ernawaty dalam program “Ngopi Berjamaah” yang berlangsung pada Jumat (25/09/26).
Menurut Dian, desil merupakan metode pembagian data secara merata ke dalam 10 tingkatan berdasarkan skor dari berbagai variabel. BPS menggunakan sebanyak 39 indikator atau variabel untuk mengukur tingkat kesejahteraan sebuah rumah tangga.
“Di sini ada kriteria perumahan, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, daya atau listrik dalam rumah tangga, serta beberapa indikator lainnya. Dari seluruh variabel itu dibuatkan skor, lalu diperingkatkan dari 1 hingga 10,” jelas Dian.
Ia menambahkan bahwa tidak ada parameter khusus seperti gaji nominal tertentu yang langsung menempatkan seseorang di desil tertentu, misalnya Desil 1. Dalam satu kelompok desil yang sama, kondisi antar-rumah tangga juga bisa bervariasi.
Dian memberikan perumpamaan sebuah kelas berisi 100 siswa yang dibagi menjadi 10 kelompok. Nilai para siswa di kelompok pertama mungkin berbeda-beda, namun berada di rentang tingkat terendah yang sama.
“Ibarat satu kue utuh dibagi 10. Di dalam satu potongan kue itu adonannya bisa bervariasi, ada yang ada cokelatnya sedikit atau ada kismisnya. Sama halnya dengan desil, berada di kelompok yang sama bukan berarti kondisinya seratus persen identik, melainkan berada pada tingkatan skor yang setara,” paparnya.
Terkait dengan perubahan atau perbaikan status desil, Kepala BPS Parepare menegaskan bahwa masyarakat tidak bisa secara langsung meminta pengubahan nomor desil. Perubahan desil akan terjadi secara otomatis apabila data dari 39 variabel indikator milik warga tersebut telah diperbarui (update).
“Yang diubah itu bukan desilnya secara langsung. Desil akan otomatis terhitung dan peringkatnya bergeser jika data dari 39 variabel tersebut diperbarui,” pungkasnya.




















