PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Parepare mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergoda dengan iming-iming gaji besar untuk bekerja di luar negeri secara non-prosedural. Sikap tergiur gaji tinggi yang tidak rasional dinilai sangat berisiko terhadap keselamatan dan kepastian hukum para Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Hal tersebut ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Parepare, La Ode Arwah Rahman, dalam kegiatan Ngopi Berjamaah di Masjid Raya Parepare, Jumat (14/08/26).
La Ode menekankan pentingnya menempuh jalur resmi yang telah disediakan pemerintah, seperti skema Government to Government (G2G), Private to Private (P2P) melalui P3MI, maupun jalur Mandiri. Untuk negara tujuan seperti Korea Selatan dan Jepang, penempatan tenaga kerja dipastikan berjalan sangat ketat melalui kerja sama resmi antarpemerintah.
“Jangan tergoda dengan iming-iming gaji tinggi. Kalau gajinya tinggi tapi berisiko, mana yang mau kita pilih? Keselamatan jauh lebih penting. Gaji di luar standar resmi pemerintah justru menjadi salah satu tanda yang harus diwaspadai,” ujar La Ode.
Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang menganggap perjalanan bekerja ke Malaysia seperti mudik biasa tanpa melengkapi dokumen resmi. Padahal, fenomena pemulangan PMI bermasalah yang kerap transit di Parepare setiap pekan harus menjadi pelajaran berharga.
“Malaysia itu negara orang, hukumnya berbeda dengan kita. Jangan keberangkatan ke sana dianggap seperti sekadar ‘tunggu kapal’ atau pulang kampung. Semua prosedur dan dokumen seperti paspor harus disiapkan secara legal agar tidak menyusahkan diri sendiri di kemudian hari,” pungkasnya.




















