PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Pemandangan berbeda mewarnai Kirab Obor malam Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang diselenggarakan oleh Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Parepare, Ahad (16/08/26). Satu keluarga lengkap.mulai dari ayah, ibu, hingga anak-anak turun ke jalan secara bersama-sama membawa obor dengan mengenakan atribut organisasi masing-masing.
Keluarga tersebut dipimpin oleh pasangan Dr. Rusli dan Sri Meriani. Keduanya hadir bersama anak-anak mereka: Siti Nurna’fiuny R, Muhammad Fitrahoel Syawal R, serta putra bungsu mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar, Muhammad Syekh Jalal.
Masing-masing anggota keluarga mewakili entitas yang berbeda. Sri Meriani hadir mewakili IPHI, Rusli memimpin rombongan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI), sementara dua anaknya bergabung dalam barisan Pramuka.
“Ini suatu hal yang sangat luar biasa, di mana satu keluarga bisa memberikan apresiasi dalam menyambut Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81,” ujar Sekretaris IPHI Kota Parepare, Sri Meriani, Ahad (16/08/26).
Sri mengungkapkan, keterlibatan penuh keluarganya dalam ajang kirab ini bermula dari antusiasme anak-anaknya secara spontan. Bahkan, selain obor resmi yang disediakan oleh panitia IPHI, keluarganya secara mandiri merakit tiga obor tambahan untuk dibawa selama pawai.
Persiapan kegiatan kirab ini sendiri telah berlangsung selama dua pekan. Rangkaian acara juga diisi dengan aksi sosial dan ziarah, termasuk pengecatan di dua makam pahlawan/tokoh lokal, yaitu Makam Abbanuangnge dan makam Jusuma. Pengecatan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para korban peristiwa perjuangan tahun 1945
Menanggapi jarak tempuh kirab yang cukup jauh, Sri mengaku tidak merasa khawatir dengan kondisi fisik keluarganya. Menurutnya, pengalaman anak-anaknya di Pramuka dan ORARI membuat mereka terbiasa dengan aktivitas fisik berat.
“Dari Ikatan Majelis Persaudaraan Haji sendiri, trik kami cuma satu: Bismillah, karena niat keikhlasan karena Allah. Tadi mulai dari start sampai finish, kami selalu berteriak menyemarakkan: ‘Ayo, semangatkan, kobarkan kemerdekaan 17 Agustus 1945!'” pungkas Sri.




















