PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Jajaran Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Kota Parepare memberikan klarifikasi tegas mengenai status kepemilikan dan keberlanjutan program “Inovasi Berdaya Srikandi” yang sukses menembus jajaran Top 45 inovasi tingkat nasional. Program yang telah berjalan konsisten sejak tahun 2017 ini ditegaskan sebagai buah dari kerja sama tim yang solid, bukan milik perorangan.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas PKP Kota Parepare, Ir. Wildana, untuk meluruskan isu atau kesan yang berkembang bahwa pihak dinas sengaja “meninggalkan” sosok inovator awal program tersebut setelah adanya mutasi jabatan.
“Saya ingin menegaskan bahwa kesan meninggalkan inovator itu sama sekali tidak ada. Di sini kita semua bekerja sebagai tim. Kebetulan, pada saat awal program ini diinisiasi, Kepala Bidang yang menjabat saat itu secara otomatis ditunjuk menjadi ketua tim, yang dalam konteks ini bertindak sebagai inovator,” ujar Ir. Wildana dalam keterangannya, Kamis (16/07/26).
Wildana menjelaskan, dinamika organisasi kemudian terjadi ketika ketua tim atau Kepala Bidang yang bersangkutan mendapatkan amanah baru dan pindah tugas dari lingkup Pemerintah Kota Parepare ke instansi vertikal. Kendati tampuk kepemimpinan berganti, Dinas PKP berkomitmen kuat untuk terus melanjutkan dan mengembangkan inovasi tersebut agar dampaknya tetap dirasakan masyarakat.
Lebih lanjut, Wildana memaparkan bahwa setelah estafet kepemimpinan berganti, tim Dinas PKP yang melanjutkan program ini telah melakukan banyak modifikasi, penyempurnaan, dan pengembangan dari format inovasi awal. Transformasi ini dilakukan guna menyesuaikan dengan tantangan kebutuhan terkini.
“Inovasi ini terus kami lanjutkan. Bahkan, sudah banyak sekali hal yang dirubah dan disempurnakan dari konsep inovasi awal yang dirintis. Tiga tahun yang lalu kami juga kembali mengikutkan program ini dalam ajang kompetisi resmi,” tambahnya.
Mengakhiri klarifikasinya, Wildana kembali menekankan bahwa kesuksesan Inovasi Berdaya Srikandi hingga mencapai Top 45 merupakan milik kolektif institusi dan seluruh anggota tim yang terlibat di dalamnya sejak 2017, bukan klaim sepihak individu tertentu.




















