PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Ketua DPRD Kota Parepare sekaligus Ketua Badan Anggaran (Banggar), Ir. H. Kaharuddin Kadir, memberikan klarifikasi terkait sorotan tajam mengenai formasi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang dinilai pincang. Kaharuddin meluruskan kabar burung yang menyebut bahwa Pasukan 45 sengaja ditiadakan dalam upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus mendatang.
Ia menegaskan bahwa Pasukan 45 tetap ada, namun proses rekrutmennya disiasati demi efisiensi anggaran daerah.
Siasati Anggaran dengan Mengaryakan Alumni
Kaharuddin mengakui adanya penurunan alokasi anggaran Paskibraka dibanding tahun sebelumnya akibat keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Sebagai langkah efisiensi, muncul ide kreatif untuk memadukan rekrutmen baru dengan alumni Paskibraka tahun lalu.
“Anggaran Paskibraka memang sangat berkurang dibanding tahun lalu karena kondisi efisiensi keuangan daerah kita. Sehingga muncul ide bahwa untuk tahun ini, Pasukan 45 itu diambil dari Paskibraka tahun lalu. Yang direkrut tahun ini hanya Pasukan 17 dan Pasukan 8. Jadi, bukan tidak ada Pasukan 45, mereka ada dan formasi 17 Agustus nanti tetap komplit,” jelas Ir. H. Kaharuddin Kadir, Rabu (16/07/26).
Langkah ini diambil agar alokasi anggaran daerah tetap rasional tanpa harus menurunkan kualitas dan kesakralan jalannya upacara HUT RI.
Alasan Pasukan 45 Belum Terlihat di Lapangan**
Menanggapi pengamatan warga yang belum melihat Pasukan 45 di lapangan saat latihan, Kaharuddin menyebut hal tersebut sebagai bagian dari strategi teknis pelatih. Karena berstatus purna atau alumni, Pasukan 45 dinilai sudah memiliki dasar baris-berbaris yang matang.
“Mereka sengaja belum dimunculkan di awal latihan karena dasar baris-berbarisnya sudah bagus dari tahun lalu. Nanti di awal-awal Agustus baru mereka digabungkan untuk latihan formasi bersama. Sisa bagaimana pelatih mensinergikan agar gerakannya bisa serasi atau *tuning* dengan Pasukan 17 dan 8 yang baru,” pungkas Ketua Banggar tersebut.




















