25.5 C
Pare-Pare
Senin, Juli 6, 2026
spot_img

Kerap Dicap Terlambat, Damkar Parepare Ungkap Kendala Minimnya Informasi Cepat dari Warga

PAREPARE, RADIOMESRA. COM — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Parepare meluruskan persepsi miring publik yang kerap menganggap armada pemadam terlambat tiba di lokasi kebakaran. Faktanya, keterlambatan tersebut sering kali dipicu oleh lambatnya laporan atau informasi yang masuk dari masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Analis Kebakaran Ahli Muda Damkar Parepare, Safruddin, S.H., M.H., saat hadir sebagai narasumber dalam dialog interaktif “Ngopi Berjamaah” yang disiarkan langsung melalui Radio Mesra, Jumat (26/06/26) lalu.

Safruddin menjelaskan bahwa Damkar Parepare bekerja secara profesional dan memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan response time (waktu tanggap) maksimal 15 menit.

“Pemadam itu dinilai terlambat karena informasinya yang terlambat sampai ke kami. Kasarnya, api sudah membesar baru petugas ditelepon. Padahal, response time kami masih di bawah standar nasional. Jarak terjauh seperti ke wilayah Bilalangi bisa kami tempuh dalam waktu 12 menit, sementara untuk wilayah kota bagian bawah maksimal hanya 10 menit,” jelas Safruddin.

Guna mempercepat mobilisasi, Damkar Parepare membagi titik siaga. Kawasan kota bagian atas diakomodasi oleh Posko Jenderal Sudirman yang terintegrasi dengan layanan kedaruratan Call Center 112. Sedangkan kawasan kota bagian bawah berpusat di Posko Induk Ganggawa.

Selain itu, kekuatan armada Damkar juga kini ditopang oleh keberadaan 164 personil Tim Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) yang tersebar di 4 kecamatan dan 22 kelurahan.

“Mereka ini garda terdepan di lingkungan warga yang membantu menghubungi kami, mengatur situasi awal, hingga mengarahkan armada pemadam tepat menuju titik api,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Safruddin mengingatkan pentingnya akurasi informasi saat melakukan pengaduan. Ia membeberkan salah satu contoh fatal akibat salah pengucapan nama lokasi yang pernah dialami petugas di lapangan.

“Pernah ada laporan kebakaran alang-alang terjadi di kawasan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), tetapi informasi yang masuk ke kantor kami justru terdengar LAPAS (Lembaga Pemasyarakatan). Hanya beda satu huruf, tapi lokasinya sangat berjauhan. Oleh karena itu, jika warga melapor, mohon berikan info yang cepat, tepat, dan jelas, sebutkan nama jalan dan nama lorongnya,” pungkasnya.

Most Popular

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare