PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Sambut 1 Muharram 1448 H, Pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bacukiki Barat Kota Parepare menggelar kegiatan keluarga sakinah di Masjid At-Ta’awun Kel. Lumpue, Senin Sore (16/06/26).
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota Majelis Taklim (MT) At-Ta’awun dan dibuka langsung oleh kepala KUA Bacukiki Barat, H. Syahruddin Sainur serta para penyuluh KUA Bacukiki Barat.
H. Syahruddin menjelaskan tujuan dari kegiatan ini merupakan sosialisasi untuk meminimalisir tingkat perceraian khususnya di wilayah Bacukiki Barat Kota Parepare.
“Melihat angka perceraian yang terus meningkat, hal ini disebabkan karena faktor ekonomi atau biaya hidup, kemungkinan besar adanya istri yang tinggi gaya hidupnya tapi minim penghasilan untuk hidup,” ucap H. Syahruddin disambut tawa ibu-ibu Majelis Taklim.
Melalui kegiatan seperti ini, menurut H. Syahruddin juga merupakan salah satu jalan yang sangat baik untuk mengimbau masyarakat agar menggapai keluarga sakinah, selain memenuhi kebutuhan keluarga juga memenuhi administrasi pernikahannya.
“Salah satu pendukung dari keluarga sakinah itu adalah pernikahan yang tercatat di negara yaitu di KUA, jadi tugas kita di Majelis Taklim itu, jika ada keluarga yang sudah hidup lama tapi blum punya buku nikah, maka arahkan untuk segera berkoordinasi ke instansi terkait seperti Pengadilan Agama atau KUA setempat,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut juga, Ketua MT At-Ta’awun, Nurjannah memperkenalkan program unggulan dari MT At-Ta’awun yaitu sedekah subuh.
“Program sedekah subuh yang dilakukan oleh MT At-Ta’awun ini sudah berjalan setahun lebih, kemudian disalurkan ke Anak Yatim, Janda-janda Tua, serta fakir miskin yang membutuhkan,” ungkap Nurjannah
Sedekah subuh yang dilakukan MT At-Ta’awun berupa toples, lalu dikumpulkan setelah cukup sebulan.
“Alhamdulillah, sedekah subuh ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan, bukan karena melihat nilainya tapi karena kebermanfaatannya, semua anggota Majelis Taklim wajib untuk mengambil 1 toples sedekah subuh, jadidalam sebulan biasanya terkumpul kurang lebih Rp500.000 hingga Rp900.000, kemudian kita salurkan kepada yang membutuhkan, baik berupa sembako, maupun uang,” pungkasnya.




















