25.6 C
Pare-Pare
Rabu, Juni 3, 2026
spot_img

Bawaslu Parepare Gelar Pendidikan Pengawasan Partisipatif, Perkuat Peran Masyarakat Menuju Pemilu 2029 Bermartabat

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Bawaslu Kota Parepare menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) dengan tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” di Kantor Bawaslu Kota Parepare, Selasa (02/06/26). Kegiatan yang diikuti oleh 40 peserta ini menghadirkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas yang memiliki perhatian terhadap penguatan demokrasi dan kepemiluan.

Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) merupakan salah satu program Bawaslu dalam meningkatkan kapasitas dan keterlibatan masyarakat sebagai mitra strategis pengawasan Pemilu. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pengawasan pemilu, pencegahan dan penanganan pelanggaran, penyelesaian sengketa, penguatan jaringan komunitas, serta pengawasan berbasis digital.

Dalam sambutannya, Anggota Bawaslu Kota Parepare sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (PPPS), Fadly Azis, S.T, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berkomitmen mengikuti kegiatan P2P.

“Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah bergabung dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk pengawas partisipatif sebagai perpanjangan tangan Bawaslu dalam mengawal Pemilu yang demokratis, jujur, dan berintegritas. Saya berharap ilmu yang diperoleh selama kegiatan ini dapat disebarluaskan kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan partisipasi pengawasan dan meminimalisir praktik politik uang. Peran masyarakat sangat penting dalam mewujudkan demokrasi yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Parepare sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HPPH), Dr. Susilawati, M.Pd., mengapresiasi keseriusan peserta yang telah mengikuti pembelajaran mandiri sebelum pelaksanaan kegiatan tatap muka.

“Kami mengapresiasi seluruh peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang sejak tanggal 25 Mei telah mengikuti pembelajaran mandiri melalui website. Kegiatan hari ini merupakan pendalaman materi dari pembelajaran yang telah diikuti sebelumnya. Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk turut berperan aktif dalam pengawasan Pemilu. Kami berharap peserta dapat memahami mekanisme pengawasan, penanganan pelanggaran, dan sengketa Pemilu. Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri, sehingga partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan pengawasan Pemilu yang efektif, partisipatif, dan demokratis,” katanya.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Alamsyah, S.H., sekaligus Koordinator Divisi Humas dan Datin. Dalam arahannya, Alamsyah menegaskan bahwa keberhasilan pengawasan pemilu sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.

“Bawaslu sebagai lembaga publik tidak dapat bekerja sendiri dalam mengawasi Pemilu sehingga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Visi Bawaslu sebagai lembaga yang terpercaya harus diwujudkan melalui kinerja yang baik serta kepercayaan publik yang terus dijaga. Kami juga mengapresiasi Bawaslu Kota Parepare yang tetap mampu melaksanakan berbagai kegiatan secara optimal meskipun dalam kondisi efisiensi anggaran. Selamat mengikuti pembelajaran, semoga seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan memperoleh manfaat dari materi yang disampaikan,” tuturnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh empat narasumber, yakni Ketua Bawaslu Kota Parepare Muhammad Zainal Asnun, S.IP., Anggota Bawaslu Kota Parepare Fadly Azis, S.T., Anggota Bawaslu Kota Parepare Dr. Susilawati, M.Pd., serta Rusdianto Sudirman, S.H., M.H., yang merupakan Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare.

Setelah mengikuti pelatihan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) ini, Bawaslu Kota Parepare berharap dapat melahirkan agen-agen pengawas partisipatif yang mampu menjadi penggerak di lingkungan masing-masing, sekaligus menjadi mitra strategis dan corong Bawaslu dalam menyosialisasikan pentingnya pengawasan Pemilu serta mencegah praktik politik uang di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan aktif para kader P2P, diharapkan kesadaran publik terhadap bahaya politik uang semakin meningkat sehingga dapat mendukung terwujudnya Pemilu 2029 yang demokratis, berintegritas, dan bermartabat.

Most Popular

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare