25.5 C
Pare-Pare
Sabtu, Mei 23, 2026
spot_img

Jelang Iduladha, DPKP Parepare Berikan Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat

PAREPARE, RADIOMESRA. COM  – Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPKP) Kota Parepare mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih hewan kurban menjelang perayaan Iduladha. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Peternakan DPKP Kota Parepare, Luqman Hasan, S.Pt., dalam kegiatan “Ngopi Berjamaah” yang berlangsung pada Jumat (22/05/226) Di halaman Masjid Raya Parepare.

Luqman menjelaskan bahwa selain memenuhi syarat usia syariat—yakni minimal dua tahun untuk sapi—masyarakat harus memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan aktif secara fisik.

“Hewan kurban yang sehat itu bisa dilihat secara kasatmata. Biasanya mereka lincah, ceria, dan aktif bergerak. Selain itu, kondisi fisiknya harus sempurna dari kaki hingga kepala,” ujar Luqman.

Ia juga meluruskan persepsi masyarakat mengenai bentuk fisik sapi kurban. Menurutnya, tidak semua ras sapi kurban harus memiliki tanduk. Banyak ras sapi hasil inseminasi buatan berukuran besar seperti Limosin, Simental, dan Brangus yang secara alami memang tidak bertanduk. Oleh karena itu, ketiadaan tanduk pada ras tertentu tidak memengaruhi keabsahan hewan tersebut untuk dikurbankan.

Terkait isu kesehatan hewan, DPKP Parepare menegaskan telah melakukan pemeriksaan kesehatan ternak secara masif di wilayah Parepare untuk memastikan hewan bebas dari penyakit berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Antraks.

Luqman mengimbau jika masyarakat menemukan sapi dengan air liur yang berlebihan, hal itu patut diwaspadai sebagai gejala PMK. Meski daging sapi yang terkena PMK tetap aman dikonsumsi dengan penanganan yang benar, bagian yang terinfeksi seperti kaki, mulut, dan lidah sebaiknya dibuang.

Namun, ia memberikan peringatan keras terhadap penyakit Antraks karena bersifat zoonosis atau dapat menular ke manusia. “Antraks adalah penyakit yang paling berbahaya. Jangankan dikonsumsi, disembelih saja tidak boleh karena sporanya bisa langsung menyebar. Alhamdulillah, di Parepare sendiri riwayat kasus Antraks sudah lama tidak ditemukan,” tutupnya.

Most Popular

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
  • https://radioku.my.id:8243/mesra
  • Radio Mesra Parepare