PAREPARE, RADIOMESRA. COM – Dosen Adminkes STIKES Fatimah Parepare Sriyanti Ambar, SKM. M.Kes pada ruang bincang kesehatan yang tayang di radio mesra pada Selasa (20/01/26) pukul 10.10 pagi, mengatakan, Terkadang ada yang mengatakan bahwa musim hujan itu paling banyak penyakit DBD.
“Itu sebenarnya, kalau di musim hujan paling banyak DBDnya, itu bukan, sebenarnya hanya faktor mediator. Karena di musim hujan itu, menyebabkan banyak genangan air. Jadi sebenarnya penyebab demam berdarah itu adanya genangan air dan adanya telur nyamuk.” Kata Sriyanti.
Lanjutnya untuk siklus nyamuk demam berdarah atau nyamuk Aedes agypti itu dimulai dari telur kemudian setelah menjadi telur berubah menjadi jentik setelah jentik berubah menjadi kurva kemudian menjadi nyamuk dewasa
“Jadi untuk siklus nyamuk demam berdarah atau nyamuk Aedes, itu dimulai dari telur, kemudian setelah menjadi telur berubah menjadi jentik, setelah jentik berubah menjadi kurva, kemudian menjadi nyamuk dewasa. Dalam siklus ini, antara telur berubah menjadi nyamuk dewasa 10 hari, sangat singkat sekali. Jadi kurung waktu 7 sampai 10 hari itu bisa berkembang dari telur menjadi nyamuk, sehingga di dalam siklus nyamuk itu bisa memutuskan mata rantai pengembangbiakan tersebut.” Ungkap Sriyanti




















